HousingEstate, Jakarta - Produsen pencahayaan (lighting) Philips terus mengampanyekan program Turnkey Project & Services, yaitu program penggantian lighting dengan produk Philips yang nantinya  dibayar melalui selisih penghematan tagihan listrik per bulannya. Program ini untuk building yang existing.  Minimal ada 2.000 titik lampu yang diganti. “Pemilik gedung akan membayar selisih tagihan listrik per bulan selama tiga tahun,” ujar Danny Gunadi, Marketing Manager of Commercial & Industry, Professional Lighting Channel PT Philips Indonesia,  di sela-sela acara South East Asia Retail Expansion Summit, 22 Januari 2014 di Jakarta.

Jika dilihat dari total biaya pembangunan gedung, cost untuk lighting terbilang kecil. “Tapi nanti kalau gedung sudah beroperasi, biaya listrik untuk lighting itu besar,” tambahnya. Saat ini yang paling banyak menggunakan program Turnkey Project & Services adalah hotel-hotel di Bali. Untuk sektor perumahan konsepnya sedang digodok dan dijanjikan dalam waktu dekat sudah bisa direalisasikan. YI