HousingEstate, Jakarta - Boks bayi (baby crib) dan meja ganti (changing station) wajib ada di kamar bayi, ditambah kursi nyaman untuk si ibu.

Menanti kelahiran sang buah hati menjadi saat yang menyenangkan bagi setiap ibu. Termasuk berburu pernak-pernik bayi dan menyiapkan kamar sang bayi.

Kita perlu menciptakan suasana tenang dan nyaman di dalam kamar bayi.  Tidak saja penting bagi si bayi, tapi juga si ibu. Karena hampir sembilan puluh persen waktu dipergunakan bayi untuk tidur dan ibu untuk menyusui. 

Changing station

Kebutuhan bayi yang harus ada di dalam kamarnya adalah boks bayi (baby crib) dan meja ganti (changing station). Boks bayi harus memiliki pagar untuk menjaga bayi tidak jatuh. Lengkapi juga dengan kelambu untuk melindungi bayi dari nyamuk dan debu.

Di dekat boks bisa diletakkan meja ganti, sebaiknya berupa satu set meja berlaci (dresser drawer). Bagian atas meja dialasi bantalan empuk atau matras untuk tempat  bayi ditidurkan. Sedangkan laci-laci di bawahnya untuk menyimpan pakaian, popok dan perlengkapan lain. “Dengan demikian si ibu bisa mengambil perlengkapan tanpa perlu berpindah tempat sambil tetap bisa menjaga bayinya,” ujar Ayu Sawitri Joddy, seorang desainer interior jebolan IKJ (Institut Kesenian Jakarta).

Jika memungkinkan, letak kamar bayi sebaiknya dekat kamar mandi agar mudah mengambil air untuk keperluan mandi sang bayi. Sementara buat si ibu sediakan tempat yang nyaman untuk menyusui. Bisa berupa sofa tunggal dengan stool (tempat penyangga kaki) atau sebuah daybed.

Jika si ibu merasa nyaman berbaring, tempatkan saja satu tempat tidur tunggal berdekatan dengan boks bayi. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu luasan kamar yang dibutuhkan minimal 2 x 2 meter persegi. 

Warna untuk stimulasi

Kamar juga perlu dirancang untuk memberi stimulasi yang baik bagi bayi. Pada dasarnya bayi berusia 0-6 bulan hanya bisa melihat segala sesuatu secara hitam putih. Menerapkan warna-warna primer seperti merah, biru, pink, hitam dan putih, dianggap cukup baik untuk melatih penglihatan bayi. Kita bisa mengaplikasikannya sebagai aksen pada kamar bayi. Misalnya, untuk warna tirai, sprei, wallpaper, atau mainan yang digantung dekat boks bayi.

Sementara sapuan warna untuk keseluruhan dinding sebaiknya tetap yang berkesan lembut dan hangat seperti warna-warna pastel. “Hindari warna kuning menyolok karena terlalu terang hingga bisa membuat pusing,” kata wanita cantik yang mengelola konsultan dan kontraktor arsitektur serta interior PT Terra Wastu Kanaka itu.

Meski tidak mengenali warna, bayi cukup peka terhadap benda-benda di sekitarnya. Kita dapat menghadirkan figur-figur kartun dan gambar binatang pada motif wall paper, atau mural (lukisan) pada salah satu dinding, untuk menarik matanya. Tapi, sebaiknya jangan terlalu berlebihan. 

Harus aman

Ayu menyarankan untuk menyiapkan kamar bayi sedikitnya dua atau tiga bulan sebelum bayi lahir. Pasalnya, bau cat atau zat kimia lain yang masih baru bisa berbahaya buat bayi dan mengganggu kenyamanan ibunya.

Pastikan juga bahan kimia untuk cat dinding maupun bahan finishing untuk boks bayi dan furnitur lainnya tidak beracun (nontoxic). ”Paling penting untuk bayi adalah safety, safety dan safety,” paparnya.

Lokasi kamar bayi sebaiknya di bagian rumah yang tidak bersisian langsung dengan jalan. Agar tidak terlalu bising dan mengurangi masuknya polusi udara.

Usahakan letak boks bayi tidak dekat jendela agar terhindar dari sinar terang langsung terutama saat bayi tidur siang hari. Jika ada jendela besar, tutup dengan tirai yang bisa mengurangi terang sinar yang masuk.

Sebaiknya lantai kamar bayi tidak dilapisi karpet secara penuh karena bisa menyimpan debu dan dapat menimbulkan bakteri. Sama dampaknya jika kita memenuhi kamar bayi dengan banyak boneka. Karena itu cukup tempatkan karpet lepas pada lokasi tertentu, misalnya diantara boks bayi dan meja ganti. Halimatussadiyah

Tips Memilih Furnitur untuk Bayi

Laman: 1 2