HousingEstate, Jakarta - Tanah merupakan karunia Tuhan yang suplainya tidak bisa bertambah. Tak heran harga tanah di manapun lokasinya selalu naik karena kebutuhannya cukup besar. Di Jakarta misalnya, harga tanah di pusat bisnis ada yang mencapai lebih dari seratus juta per meter persegi.

Harga sebesar itu masih cukup murah dibandingkan harga tanah beberapa kota dunia yang terkenal sangat mahal, seperti Monaco, Hong Kong, Tokyo, London, Jenewa, Paris, Singapura, Moskow, dan sebagainya. Saat ini harga tanah paling mahal di dunia  ada di Kota Mekah, Saudi Arabia. Mekah  menjadi kiblat umat Islam dalam menunaikan ibadah sholat dan  pusat ritual haji.

Menurut Ketua Komite Real Estat dari Kamar Dagang dan Industri Mekah, Mansour Abu Rayash, seperti dikutip surat kabar Arab Saudi, hingga akhir tahun lalu harga tanah di kota suci ini mencapai (setelah dirupiahkan) Rp6,14 miliar/m2. Kenaikan harganya juga fantastis. Tahun 2012 harga tanah di Mekah masih di kisaran Rp1,5 – 4,6 miliar/m2. Semakin dekat dengan Masjidil Haram dengan bangunan Kabah di dalamnya, harga tanahnya semakin melangit.

Kehidupan perekonomian Kota Mekah disokong kegiatan turisme dalam bentuk kegatan haji dan umroh. Dilaporkan, pada tahun 2010 pendapatan dari sektor turisme di Kota Mekah mencapai 17,6 miliar dollar AS dan diperkirakan pada tahun 2020 akan mencapai 61 miliar dollar AS.

Kota Mekah sebagai pusat kegiatan ibadah haji dan umroh bagi kaum muslimin dari seluruh dunia menjadi magnet bisnis perhotelan.  Masjidil Haram saat ini dikelilingi sejumlah hotel bintang empat dan lima, antara lain Zamzam Tower, The Fairmont, Hilton, Intercontinental, Rafles, Le Meridien, Movenpick, Hyatt. Yudis

Sumber: Reuters, CNN