HousingEstate, Jakarta - Kayu merupakan material interior yang semakin digemari masyarakat. Pemakaiannya meluas untuk mempercantik tampilan interior rumah, kantor, dan tempat-tempat publik. Kayu  digemari karena  membawa kesan lebih hangat, natural, dan membuat penghuninya lebih betah di rumah (homy). Dibanding material lain kayu lebih mudah dibentuk menjadi sebuah karya yang indah.

Dari sekian banyak jenis kayu, jati merupakan salah satu yang banyak digunakan karena kekuatan dan urat kayunya yang indah. Menurut Sukesi, pemilik Sinar Jati Furniture di Jl Raya Paron, Ngawi, Jawa Timur, kelebihan lain dari jati adalah sifat kayunya yang sangat keras sehingga tidak disukai hama perusak seperti rayap.

“Kayu jati itu sangat kuat, rayap tidak suka. Digunakan untuk ruang luar (outdoor) juga nggak masalah, kesannya etnik banget sehingga banyak yang menyukai,” ujarnya di sela-sela pameran industri kreafif di Jakarta, Sabtu (26/4).

interior-jati-furnitur-2

interior-jati-furnitur-3

Salah satu pusat industri barang-barang interior seperti furniture dari kayu jati adalah Ngawi, Jawa Timur. Produknya mengisi pasar furniture di tanah air dan ekspor. Di daerah yang berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah ini berkembang menjadi sentra produksi furniture jati karena di wilayah itu banyak hutan jati rakyat termasuk hutan jati milik Perhutani.

Masing-masing produsen biasanya memiliki produk unggulan yang berbeda dengan lainnya. Sinar Jati Furniture memiliki produk unggulan berupa bahan benggol (akar) jati yang dibuat aneka produk.

“Bentuk produknya nggak ada yang sama karena mengikuti bentuk benggolnya, yang besar bisa jadi kursi atau meja, yang kecil jadi tempat buah, tempat payung, atau mangkok,” jelasnya. Ragam produk lainnya cukup banyak mulai dari meja, kursi, rak, drawer, hingga gazebo.

Harga aneka produk pajangan atau handycraft mulai Rp100 ribu-Rp500 ribu, meja-kursi Rp500 ribu-Rp2 juta, drawer RpRp500 ribu-Rp1 jutaan, aneka tempat buah Rp150 ribu-Rp500 ribu. Untuk gazebo Rp7 juta-Rp20 juta. Melalui Pemprov Jawa Timur, Sukesi yang mempekerjakan 20 orang perajin sering diajak pameran ke berbagai kota hingga ke luar negeri seperti Cina dan Swiss. Yudis