HousingEstate, Jakarta - Perkembangan kota-kota besar di Indonesia yang semakin gigantik ditandai besarnya populasi penduduk mendorong permintaan hunian semakin tinggi. Bukan hanya rumah, mereka juga membutuhkan ruang baru yang lebih komplit untuk mendukung kehidupannya, seperti infrastruktur, fasilitas publik, dan  berbagai kebutuhan dasar lain. Kemunculan kota satelit atau perumahan skala kota (township) di sekitar kota besar untuk menjawab kebutuhan itu.

Seperti di Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara, di kawasan penyangga Kota Medan itu tengah dikembangkan  Kota Baru Medan Hills. Perumahan yang dikembangkan PT Pancajaya Aneka Karsa (Pangripta Group) luas pengembangannya mencapai 800 ha.  Township di kawasan Lau Bakeri ini saat ini yang terbesar di Sumatera Utara. Untuk mengembangkan perumahan ini Pangripta Group menggandeng investor dari Arab Saudi (ETE Group).

Kota Baru Medan Hills dikembangkan dari eks Kota Baru Bumi Tuntungan dan Griya Tiara Tuntungan. Keduanya diambilalih Pangripta Group dari pengembang sebelumnya. Dari Kota Medan jaraknya kurang dari 20-30 menit perjalanan. Kendati jaraknya cukup jauh dari Kota Medan, menurut Bakhtiar Efendi, Marketing Kota Baru Medan Hills, prospeknya cukup bagus dan lingkungannya asri. “Kalau untuk rumah pertama memang lumayan jauh dari Medan, tapi untuk rumah kedua atau invest prospeknya cukup bagus,” katanya.

Perumahan ini meladeni semua segmen dari menengah bawah – menengah atas yang akan dikembangkan secara bertahap. Tahap pertama dan kedua dibangun rumah menengah bawah tipe 36 dan 45 seharga Rp90 juta dan  Rp125 juta. Sejak diluncurkan Agustus 2013 hingga saat ini sudah terbangun sebanyak 460 unit dalam empat klaster. Menurut Bakhtiar, sebagian besar rumahnya langsung dihuni.  Selain inden pengembang juga memasarkan rumah siap huni (ready stock).

Konsumen dapat membeli rumah dengan menggunakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang merupakan program dari Kementerian Perumahan. Dengan skema FLPP konsumen mendapatkan bunga subsidi 7,5 persen selama masa kredit maksimal 20 tahun. Rencananya pada Mei ini akan dipasarkan tahap ketiga untuk segmen menengah. Bakhtiar mengatakan, pengembang akan melengkapi perumahan ini dengan berbagai fasilitas yang diperlukan warga. Yudis