HousingEstate, Jakarta - Wakil Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo menilai stabilitas ekonomi menjadi modal pembangunan mendatang.

“Stabilitas ekonomi menjadi modal bagi pembangunan mendatang dan saat ini inflasi relatif stabil,” kata Lukita usai pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan berbagai tantangan akan dihadapi pemerintahan mendatang seperti dalam bidang infrastruktur yang harus ditingkatkan.

Lukita mengatakan infrastruktur merupakan kunci dalam upaya akselerasi pertumbuhan pembangunan.

“Infrastruktur merupakan kunci dalam upaya akselerasi pembangunan karena semua bidang terkait dengan infrastruktur,” ujarnya.

Tantangan kedua, menurut dia, harus meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia Indonesia khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Hal itu, menurut Lukita, terkait percepatan kapasitas dan kualitas tenaga kerja yang sudah ada dan akan masuk dunia kerja.

“Perlu akselerasi pelatihan agar dapat sertifikat kompetensi, nanti akan dilihat apakah tenaga kerja sudah memiliki atau belum,” ujarnya.

Dia menilai ada beberapa sektor yang belum tersedia sertifikat kompetensi untuk disejajarkan dengan MEA 2015.

Lukita menilai pariwisata merupakan sektor yang sudah sangat siap bagi Indonesia menghadapi MEA karena sudah ada standarisasi bagi tenaga kerja dalam sektor itu. Hal tersebut, menurut dia, ditunjukkan dengan berbagai pelatihan yang diberikan sesuai dengan standar kompetensi.

“Pariwisata kita sudah sangat siap karena sudah ada standar melalui lembaga pelatihan yang ada dengan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja di sektor tersebut,” ujarnya.

Namun Lukita menegaskan secara ke seluruh rencana aksi Indonesia untuk masuk MEA sudah 75-80 persen.

Selain itu, dia menjelaskan, kunci berjalannya Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dan ketenagakerjaan adalah tercapainya suply side pelayanan.

Dia mencontohkan “suply side” pelayanan kesehatan yang disediakan Puskesmas dan rumah sakit bisa mengurangi “gap” pelayanan kesehatan.

“Apabila ‘gap’ pelayanan kesehatan bisa dikurangi BPJS akan berjalan dengan baik,” katanya.

Bappenas dalam Rencana Kerja Pemerintah 2015 menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2015 mencapai 5,5 hingga 6,3 persen dengan tingkat inflasi sebesar 4,5 persen. Untuk tingkat kemiskinan sebesar 9-10 persen dan tingkat pengangguran 5,7 persen hingga 5,9 persen. Ant