HousingEstate, Jakarta - Maraknya pengembangan pusat niaga di seantero kawasan Jabodetabek menyisakan kabar kurang sedap. Tidak sedikit dari pusat-pusat niaga itu gagal bersaing dan tidak dijamah pengunjung. Tiadanya inovasi baru dan konsep yang cenderung seragam menjadi sebab kegagalan. Mayoritas pusat niaga berkutat dengan konsep fesyen atau retail busana.

Sebagian konsepnya sudah spesifik, misalnya pusat niaga elektronik, onderdil, handphone, dan sebagainya. Scientia Digital Center (SDC) di Summarecon Serpong, Tangerang Selatan, Banten, salah satu yang menawarkan konsep baru. SDC dikembangkan menjadi pusat niaga digital dan informasi teknologi (IT Center). Di sini tersedia beragam kebutuhan peralatan komputer fotografi, gadget dan teknologi mobile lainnya.

SDC mencakup bangunan seluas 41.900 m2, terdiri dari 4 lantai dan 1 basement. Seluruhnya akan tediri 107 toko, dan 240 buah counter. Selain itu, SDC juga akan dilengkapi supermarket, foodcourt, resto&kafe. Oleh pengembangnya ruangangan SDC disewakan, bukan dijual putus. “Rencananya SDC  mulai beroperasi Juni 2014,” kata Baryadi Bursa Wijaya, Marketing Manager Summarecon Serpong.

SDC lokasinya berdekatan dengan kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Surya University, dan Scientia Business Park. Scientia Business Park (SBP) adalah  perkantoran empat lantai sebanyak enam tower. “Scientia Digital Center punya captive market, terutama kalangan mahasiswa dan orang-orang kantoran di sekitarnya,” imbuh Baryadi.

Di Serpong pusat niaga digital dan teknologi informasi seperti SDC belum ada. Pasarnya sangat luas mengingat IT sudah menjadi kebutuhan kalangan menengah dan menengah atas, termasuk perkantoran. Karena itu Baryadi optimis SDC bakal sukses. “Selain warga Gading Serpong, pasarnya juga dari kawasan sekitar seperti BSD City dan Alam Sutera,” katanya. Pras/Samsul