HousingEstate, Jakarta - Direktorat Perkotaan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum mentargetkan sedikitnya terdapat 500 kelompok Forum Komunitas Hijau (FKH) pada 500 kota di Indonesia guna menciptakan kota yang hijau. “Keberadaan FKH sekarang diperlukan sebagai upaya menciptakan sebuah kota yang berkelanjutan dalam segi lingkungan, ekonomi dan sosial budaya,” kata Bayu Wardhana, konsultan pendamping Kemen PU, pada  acara lokalatih FKH Program Pengembangan Kota Hijau di Jakarta, Minggu (11/5), seperti dikutip Antara.

Menurutnya, keberadaan FKH dibutuhkan terutama sebagai persyaratan dikucurkannya dana dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) sejak dikembangkan Kemen PU tahun 2012. Sejak adanya P2KH hingga tahun 2014 sudah dibentuk 107 FKH di 107 kota Indonesia yang mendukung pengembangan kota hijau. Sebuah kota akan disebut kota hijau jika sudah melaksanakan delapan atribut yang disyaratkan.

Atribut tersebut adalah green open space atau pengeloaan ruang terbuka hijau, green waste yakni pengelolaan sampah secara baik, green building dengan pembangunan gedung perkotaan yang bernuansa hijau, green water pengelolaan sungai yang memperhatikan kelestarian lingkungan, dan green transportation, yakni penggunaan sarana angkutan yang tidak banyak memprod0ksi emesi.

Atribut P2KH lainnya adalah green energy, yakni kota yang masyarakatnya hemat energi, baik energi minyak bumi, listrik, batu bara, atau energi lainnya. P2KH juga mencakup green desain, yakni rancangan pembangunan kota ramah lingkungan yang mencakup faktor ekologis, ekonomi dan sosial budaya. Program P2KH yang juga digalakkan Kemen PU  adalah pengembangan FKH yang membawahi kelompok masyarakat peduli pelestarian lingkungan. (*)