HousingEstate, Jakarta - Interior ruang memadukan kesan klasik yang glamor dengan sentuhan modern yang clean.

Gaya klasik yang berkesan berat umumnya tidak terlalu cocok diterapkan pada hunian dengan luas terbatas. Pilihannya biasanya jatuh ke tema interior modern yang tampilannya lebih ringan. Lalu bagaimana kalau keduanya justru dipadukan? Unit contoh seluas 36 m2 di apartemen Gateway yang kita bahas ini akan menjawab hal itu. Apartemen Gateway yang berlokasi di Jl Ahmad Yani, Cicadas-Bandung adalah proyek terbaru kerja sama PT Istana Group dengan PT Binakarya Propertindo Group.

Sebelumnya, PT Binakarya Propertindo Group juga mengembangkan apartemen dengan nama yang sama di kawasan Ciledug, Jakarta Selatan. Apartemen dua menara setinggi 15 lantai ini lokasinya tepat di sentra bisnis kota Bandung. “Lokasi Gateway sangat strategis dan berada di jalan dua arah,” kata Eric Yanata, Direktur PT Istana Group. Berdiri di atas lahan 1,8 ha, apartemen akan dilengkapi fasilitas kolam renang, fitness center, shop houses, lapangan basket, tempat bermain anak dan area parkir untuk 500 kendaraan. Rencananya tingkat paling atas dari bangunan akan dijadikan area terbuka hijau berupa sky garden lengkap dengan jogging track. Unit yang ditawarkan mulai dari tipe studio (23m2) seharga Rp125 juta, tipe 2 kamar tidur (36 dan 40 m2) masing-masing seharga Rp144 juta dan Rp195 juta serta tipe 3 kamar tidur (53 m2) seharga mulai dari Rp250 jutaan. Sejak dilansir April 2010, penjualan sudah mencapai 400-an unit.

meramu-modern-klasik-di-ruang-terbatas_Interior_#70_warna-klasik

Warna Klasik
Sekilas kita menangkap kesan glamor khas gaya klasik dari hunian mungil ini. Unsur klasik tidak lagi ditonjolkan melalui detail ukiran, tetapi permainan warna yang agak gelap dan kuat, seperti warna merah marun dan hijau yang banyak diaplikasikan. Kombinasi warna yang dinamis itu juga dimaksudkan untuk menghindari kesan jenuh di ruang yang terbatas. Lantainya dilapisi parket kayu berwarna gradasi cokelat tua dan aksen hitam. Sementara tata letak ruang yang terbuka mengacu pada gaya modern. Ruang tamu menyatu dengan ruang makan hingga ke pantry. Motif wallpaper bergaris vertikal di ruang tamu hingga ruang makan juga mencuatkan suasana yang modern. Pemilihan furnitur satuan (loose furniture) dan perabot tanam (built-in) didominasi dengan bentuk-bentuk persegi untuk menghemat tempat.

meramu-modern-klasik-di-ruang-terbatas_Interior_#70_ornamentasi

Ornamentasi
Unsur modern tampak kuat ditampilkan dalam ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Mulai dari pemilihan bentuk sofa dua dudukan berlapis kain suede warna putih tulang, karpet, meja kaca hingga aksesoris lukisan. Aksen klasik hanya dihadirkan lewat penempatan lampu dekoratif di sudut ruang sebagai ornamen. Tampilan kap lampu dari bahan transparan warna hitam dan kristal di dalamnya menguatkan kesan klasik.

meramu-modern-klasik-di-ruang-terbatas_Interior_#70_dekorasi-cermin

Dekorasi Cermin
Paduan tema klasik dan modern terlihat kuat di ruang makan ini. Meski terbatas, ruang makan dapat memuat empat kursi bergaya klasik modern. Kuncinya pada penempatan meja persegi empat memanjang yang hemat tempat dibanding meja bulat. Daun meja dari kaca bening menguatkan kesan modern, ditopang kaki bulat dari kayu yang sedikit bergaris klasik. Kaca cermin yang melapisi dinding di ruang makan ini selain berfungsi dekoratif juga bertindak memberi batas visual. Refleksi ruang yang diciptakannya menghasilkan efek ruang lebih lapang. Lampu gantung berbentuk silinder melengkapi suasana ruang makan yang modern. Sedangkan pantry di sebelahnya dirancang fungsional dengan kabinet bercat putih terang. Pemakaian mozaik pada dinding pantry untuk menambah nilai estetika dan juga kemudahan dari segi perawatan.

meramu-modern-klasik-di-ruang-terbatas_Interior_#70_ merah-hijau

Merah-Hijau
Kamar tidur utama seluas 16 m2 dikelilingi dinding berwarna hijau lumut yang tampak kontras berpadu dengan bed cover berbahan satin berwarna merah marun. Untuk mengangkat kesan ruang agar tidak sempit, dinding di belakang ranjang dilapisi cermin. Di depan ranjang terdapat jendela kecil memanjang yang ditutup tirai dari bahan berwarna cokelat keemasan. Gaya klasik tampak kuat terlihat dari lapisan vitrase dan tali pengikat yang menghiasi tirai. Lemari pakaian dibuat dengan sistem tanam ke dinding dan dirancang menyatu dengan meja rias. Daun pintu lemari memakai kaca transparan untuk memberi kesan ringan dan berefek lega bagi ruangan. Tampilan meja dan ambalan lemari dibalut dengan lapisan HPL (high pressure laminate) bermotif kayu zebra.

meramu-modern-klasik-di-ruang-terbatas_Interior_#70_multifungsi

Multifungsi
Furnitur yang didesain multifungsi sebagai tempat penyimpanan bisa menjadi solusi di apartemen. Seperti terlihat di kamar anak berdimensi 3×3 m2 ini. Sebagian dindingnya dilapisi wallpaper berwarna cokelat terakota yang berkesan klasik. Tampak serasi dengan tampilan ranjang single ditutup bed cover berwarna cokelat kekuningan yang diletakkan menempel ke dinding. Bagian kepala ranjang diisi dengan bentukan rak multifungsi setinggi 100 cm dan tebal 10 cm berwarna putih terang. Di atas rak dipasang ambalan kayu kecil memanjang dua tingkat, yang dapat difungsikan untuk memajang koleksi foto dalam bingkai atau beberapa buku tipis. Sementara lemari pakaian ditanam menyatu dengan dinding disamping ranjang. Daun pintu lemari hanya dibuat satu sisi berbahan kaca bening, sedangkan sisi sebelahnya dibiarkan terbuka. Sisa ruang di sebelah lemari dimanfaatkan untuk menempatkan meja belajar tanpa kaki.

 

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.