HousingEstate, Jakarta - Singapura masuk dalam kelompok kota di Asia Pasifik yang kelebihan mal. Sejak 2009  mal di negara kota ini tumbuh rata-rata 45 ribu m2 per tahun. Menurut survei Cost of Living yang dilansir CIMB, bank yang berbasis di Malaysia, pada Rabu lalu, banyak mal baru di Singapura berdiri di daerah pinggir kota.

Jika dibandingkan dengan kota-kota lain di negara maju, rasio jumlah ruang ritel dengan jumlah penduduk Singapura masih terhitung rendah. Dengan populasi 5,4 juta jiwa, rasionya 0,6 m2 per kapita, khusus di area pinggiran sebesar 0,4 m2 per kapita. Bandingkan dengan Hong Kong sebesar 1,1 m2 per kapita, atau di Jepang seluas 1,5 m2 per kapita, bahkan di AS mencapai 4,2 m2 per kapita.

Pada tahun ini jumlah pasok baru sebanyak 234 ribu m2, 80 -100 persen sudah berstatus prakomitmen atau kepastian calon penyewa untuk mengisi. Kondisi ini membuat para pemilik mal semakin sulit menaikkan tarif sewa.

Kecenderungan belanja online  yang meningkat 33,8 persen, terutama fashion, akan berpengaruh besar terhadap eksistensi mal di Singapura. Tren ini diprediksi memberi dampak negatif terutama bagi mal-mal premiun yang focus pada fashion dan aksesori, sementara mal-mal di pinggiran akan lebih mampu bertahan.

Meski tren belanja online meningkat, survei itu juga mengungkapkan bahwa hampir 20 persen masyarakat Singapura masih mencari informasi produk dan harga dengan datang ke toko. Ini peluang yang dapat dimanfaatkan pemilik toko dan mal. Gerai tradisional dinilai punya kelebihan, misalnya konsumen dapat menyentuh barang secara langsung, dibawa sendiri setelah dibayar,   mendapat penjelasan dari pengelola gerai, dsb. Walhasil,  gerai  high-end di mal diprediksi masih dapat menarik pengunjung.

Survei CIMB itu juga menunjukkan mal-mal di pinggiran di kawasan permukiman bakal lebih eksis. Mal kategori ini lebih banyak diisi barang kebutuhan harian. Sebanyak 27,5 persen  responden melakukan belanja kebutuhan harian di mal pinggir kota,  hanya 15 persen yang belanja di mal pusat kota. Karena itu CIMB  menyimpulkan bahwa mal-mal jenis ini akan berperan penting dalam bisnis ruang ritel di Singapura. Ayu

 

(Sumber: CIMB Singapura)