HousingEstate, Jakarta - Harga tanah di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, yang kian menggila tidak terjangkau lagi oleh kalangan menengah.  Untuk itu sejumlah kota baru di Serpong melansir hunian mungil  sehingga kalangan menengah yang ingin tinggal di Serpong dapat diakomodir. Bukan hanya mungil, luas kevelingnya juga superkecil.

Paramount Land (550 ha), misalnya, setelah sukses memasarkan rumah mungil seharga Rp1 miliar kini melansir hunian sejenis dengan harga lebih rendah. Kali ini Paramount Enterprise, pengembangnya, menawarkan tipe lebih kecil di atas tanah superkecil. Ada tiga tipe: bangunan 40 m2 di atas tanah 32 m2 (40/32), 49/40, 57/48. Karena itu bangunannya dibuat 2 lantai. Lebar kavelingnya 4, 5, dan 6 meter, panjang 8 meter. Paling murah Rp580 juta (40/32).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, penawaran rumah seperti ini merupakan strategi pengembang besar untuk merangkul kaum menengah. Di saat pasar rumah menengah atas sedang anjlok, rumah menengah jadi andalan untuk menambal pendapatan. “Harga rumah di Serpong sudah di atas Rp1 miliar, ini strategi pengembang menyasar segmen menengah yang jumlahnya sangat besar,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (12/8).

Penawaran Paramount itu dinilai sebagai kreatifitas dan terobosan bagus. Menurutnya, enduser kelas menengah sangat banyak yang ingin masuk Serpong. Dengan rumah mungil ini mereka bisa membeli. Penawaran juga ini menjadi alternatif mereka yang dananya terbatas tapi enggan tinggal di apartemen. “Konsepnya urban house untuk pasangan keluarga kecil dan muda, seiring meningkatkan perekonomian mereka bisa pindah ke rumah lebih besar,” lanjutnya.

Ditambahkan Ali, dengan mengembangkan rumah mungil di atas kaveling superkecil developer dapat menjaga gengsi kawasannya karena harga jualnya tetap tinggi. Ia mengingatkan, tren ini hanya akan sukses di kawasan seperti Serpong yang sudah berkembang dan harga tanahnya tinggi.  Di kawasan pinggiran yang fasilitasnya belum lengkap model seperti itu tidak akan laku. “Segmen pasarnya harus pas, secara umum ini juga bisa menjadi trend setter,” imbuhnya. Yudis