HousingEstate, Jakarta - Kok tahu sih, aku anaknya Pak Danis?” tanya Moana Arletta Danisworo (39) setiap kali orang mengaitkan nama belakangnya dengan Mohammad Danisworo (74), arsitek senior dan pakar perencanaan perkotaan di Indonesia. Letta, sapaan akrabnya, memang putri bungsu Moh Danisworo yang juga guru besar arsitektur Fakultas Teknik ITB itu. Tidak seperti dua kakak laki-lakinya yang menekuni bidang arsitektur dan seni rupa, ia malah memilih dunia penyiaran.

Mantan penyiar radio Female dan presenter di beberapa stasiun TV swasta itu kini aktif menjadi pemandu acara (MC) dan pengisi suara (voice over talent). Modal besarnya fasih berbahasa Inggris. “Bersyukur punya ayah pintar yang sekolah di luar negeri. Jadi, kita sempat tinggal di Amerika dan masih ada sisa-sisa bisa ngomong Inggris untuk modal ngemsi,” katanya. Moh Danisworo meraih gelar master dan doctor of philosophy dalam bidang urban design dari University of Washington, Seatle, AS, awal 1980-an. Demi menemani ayahnya, Letta sekeluarga tinggal serumah dengan sang ayah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Rumah pribadinya di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, justru dikontrakkan. Ibu dua anak ini terbiasa dengan suasana rumah yang ramai, seperti rumah masa kecilnya di Bandung yang selalu terbuka bagi saudara dan kerabat. Satu-satunya impian yang belum diwujudkannya di rumahnya adalah memiliki dapur besar untuk menyalurkan hobi memasaknya. “The heart of the house is the kitchen karena makanan bisa mempersatukan orang,” kata perempuan yang tengah merintis Letta’s Kitchen dengan menu spesial nachos, keripik khas Meksiko, itu.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.