HousingEstate, Jakarta - Kota Bandung, Jawa Barat, menempati posisi kedua sebagai destinasi wisata di Indonesia setelah Bali. Menurut Handrio Utomo, Ketua Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bandung, hingga September 2014 Ibukota Propinsi Jawa Barat ini sudah dikunjungi 8 juta wisatawan. Jumlah itu masih akan meningkat karena tahun ini Pemkot Bandung menargetkan kunjungan 10 juta wisatawan.

“Bandung itu sudah punya talenta bagus untuk mendatangkan turis, tapi kondisi kotanya harus terus dibenahi. Saat ini yang sudah bagus pusat kuliner dan factory outlet,” ujar Handrio kepada housing-estate.com di Bandung, Jumat (31/10).

Handrio mengatakan, Bandung saat ini baru menjadi destinasi wisatawan domestik. Untuk tempat penyelenggaraan perhelatan internasional, seperti konferensi dan event-event lainnya, masih  belum mampu.  Karena itu ketika Konferensi Asia Afrika (KAA) diadakan di Bandung para kepala negara yang hadir diinapkan di Jakarta.

Kegiatan  MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) juga belum berkembang. Karena itu okupansi hotel hanya tinggi pada akhir pekan (weekend), hari-hari biasa tingkat isiannya rendah. Berbeda dengan hotel di Jakarta pada hari-hari biasa  (weekday) justru penuh. “Jadi kalau dirata-rata, okupansi hotel di Bandung masih di bawah 60 persen, memang tidak kecil tapi sebetulnya bisa ditingkatkan,” imbuhnya.

Kondisi ini perlu diatasi, kalau tidak wisatawan yang datang hanya dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka hanya datang-pulang sehingga tidak menginap. Kalau pun menginap hanya semalam di akhir pekan. “Wisatawan asing sebetulnya sangat tertarik dengan Bandung, tapi kalau kondisinya seperti sekarang mereka lebih memilih Yogyakarta sebagai tujuan kedua setelah Bali,” ujar Handrio.

Untuk mengatasi hal itu  pemerintah harus memperbaiki infrastruktur di Bandung. Selain Bandara yang sedang dibenahi, kereta juga harus diperhatikan, termasuk infrastruktur di daerah wisata, seperti Tangkuban Perahu, Kawah Putih, Lembang. “Kalau infrastrukturnya dibenahi kontribusi pendapatan dari sector pariwisata akan semakin besar, kondisi seperti ini saja 60 persen PAD Bandung dari pariwisata,” katanya.