HousingEstate, Jakarta - Kawasan Depok yang kian padat sudah sangat sulit untuk pengembangan rumah tapak. Karena itu penawaran apartemen makin semarak khususnya di sepanjang Jl Raya Margonda sebagai koridor utama Kota Depok. Kini pengembangan apartemen semakin bergeser ke arah Citayam karena lahan di Jl Raya Margonda kian habis dan mahal.

PT Eureka Prima Jakarta Tbk (EPJ) akan mengembangkan Depo Exchange yang terdiri dari tiga tower apartemen (3.000 unit), pusat belanja, hotel, dan ruko di atas lahan seluas 2,7 ha. Menurut Lukman Purnomosidi, Presiden Direktur EPJ, proyek ini akan menawarkan apartemen seharga Rp200 jutaan dan akan mulai dikembangkan pada triwulan pertama tahun 2015.

“Ini bisa jadi alternatif kalangan pekerja urban karena lokasinya tinggal jalan kaki ke Stasiun Citayam, jadi mau ke Pasar Minggu mudah atau sampai ke Gambir cuma setengah jam lebih sedikit. Depok ini harus mulai diarahkan ke hunian vertikal untuk efisiensi lahan,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (11/12).

Pemkot Depok juga menerapkan aturan untuk perumahan minimal harus di atas tanah berukuran 120 m2 sehingga harganya akan jadi sangat mahal kalau dipaksakan mengembangkan rumah tapak. Karena itu konsep Depo Exchange ini menjadi sangat tepat karena dari seluruh areanya, hanya 30 persen yang akan dikembangkan sementara sisanya untuk area hijau.

“Jadi andalannya memang Stasiun Citayam, kalau tidak ada stasiun kita nggak akan kembangkan apartemen di sini. Untuk proyek ini investasinya Rp1,5 triliun yang akan kita kerjakan dalam waktu 3-4 tahun,” imbuhnya.