HousingEstate, Jakarta - Kendati saat ini setiap orang mengandalkan ponsel sebagai alat komunikasi, keberadaan telepon rumah tidak lantas menghilang. Paling tidak telepon rumah masih dibutuhkan sebagai salah satu identitas penghuni. Selain itu telepon rumah lebih bisa diandalkan, tidak seperti ponsel yang bisa tertinggal atau mati karena habis baterainya. Karena itu agar tetap berdaya guna, perangkat telepon rumah juga berkembang, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Salah satunya bisa dilihat pada pesawat telepon rumah Sahitel (buatan Cina) yang dilengkapi alat perekam percakapan dan penyimpan pesan penelepon, bila rumah yang ditelepon sedang kosong atau pemiliknya malas menjawab telepon. “Tidak seperti produk lain yang menggunakan kaset, Sahitel menggunakan SD card sebagai media penyimpanan yang dapat di-copy ke komputer. Pembelian produk sudah termasuk SD card 2 GB yang bisa merekam sampai 60 jam. Kalau kurang bisa kita pasang sampai maksimal 4 GB,” kata Baihaqi, Marketing PT Damai Sejati, distributor Sahitel.

Body telepon dilapisi karet (rubber) sehingga lebih mantap dipegang dan tidak licin, dengan layar LCD (liquid crystal display) lebar yang menampilkan jam, tanggal, dan temperatur udara. Ada juga speaker phone bila orang lain ingin turut berbicara. Tombol hurufnya besar-besar sehingga tak perlu khawatir salah menekan nomor. Bekerja dengan daya listrik 9 volt (adaptor tersedia), bila listrik mati telepon tetap berfungsi, hanya fitur perekamnya tidak bisa digunakan. Produk seharga Rp620 ribu dengan garansi satu tahun ini tersedia dalam warna hitam dan silver. Sahitel bisa diperoleh di hipermarket seperti Carefour, Lotte Mart, dan Hypermart.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.