HousingEstate, Jakarta - Kawasan timur Jakarta yang mencakup Bekasi, Karawang, dan Cikarang terus menggeliat seiring dengan pembangunan proyek properti yang marak di kawasan ini. Di Cikarang, Bekasi, Lippo Group tengah menggarap Orange County,  kawasan bisnis dan komersial (CBD) seluas 322 ha senilai Rp250 triliun.

Menurut Loh Meow Chong, President Director PT Lippo Cikarang Tbk, beberapa perusahaan Jepang tertarik untuk menanamkan investasinya di Orange County. “Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan aturan mengenai pengelolaan utang luar negeri korporasi non bank. Sebagai pengelola kawasan industri dan bisnis tentu kami sangat mendukung peraturan seperti ini dalam rangka kemudahan investasi di Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com, Selasa (17/2).

Beberapa perusahaan Jepang yang tertarik dan akan berinvestasi di koridor timur yang dikelola Lippo Group ini antara lain PT Howa Indonesia, PT Mitutoyo Indonesia, PT Araya Steel Tube Indonesia, PT Tenma Cikarang Indonesia, PT Kaji Machienery Indonesia, dan sebagainya. Sejumlah perusahaan Jepang itu menyambut baik mengenai aturan BI karena akan mengurangi risiko votalitas nilai tukar rupiah.

Stanley Ang, Chief Marketing Officer PT Lippo Cikarang menambahkan, pihaknya bersedia menjadi strategic partner sekaligus mediator untuk mempersiapkan kebutuhan informasi bagi calon investor Jepang dan asing lainnya yang ingin berinvestasi di Indonesia. Saat ini sudah ada ratusan perusahaan Jepang di Lippo Cikarang dan sekitarnya.

“Orange County akan dibangun seluas 16,5 juta m2 dengan CBD seluas 82,3 ha, ini merupakan kawasan CBD terbesar dibandingkan Hudson Yard New York, ICC Union Square Hongkong, atau Roppongi Hills Tokyo. Kawasan ini akan menjadi segitiga emas baru di koridor timur karena berlokasi di Lippo Cikarang, Jababeka, dan Delta Mas sehingga memiliki economic base yang sangat kuat,” jelasnya.

Sebelumnya, pada 12 Februari 2015, Menteri Perindustrian Saleh Husin telah meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Orange County. Kawasan ini bakal tumbuh semakin pesat karena pemerintah mendukung penuh pembangunan infrastrukturnya, yaitu Karawang International Airport dan Cimalaya Deep New Port. Saat ini perusahaan besar seperti Toyota, Honda, Suzuki,Hyundai, Hankook, Danone, Coca Cola, Bridgestone, dan lainnya telah beroperasi di koridor timur ini.