HousingEstate, Jakarta - Saya akan tunjukkan pada Anda betapa dahsyat pengaruh cepat lambatnya pengambilan keputusan investasi terhadap hasil yang diperoleh. Sekilas seperti ‘sulapan’ magic. Dua anak muda berumur sama, Ika dan Heru. Sejak umur 15 tahun Ika telah memutuskan untuk berinvestasi, dengan cara sederhana layaknya anak SMU, menyisihkan uang sakunya, menabung di bank Rp200.000 setiap bulan. Ini dilakukan rutin setiap bulan tidak pernah bolong, hingga dia berumur 20 tahun. Berarti selama 5 tahun dia menabung secara rutin tanpa pernah melakukan pengambilan. Kemudian dia berhenti menabung, dibiarkannya uang itu tetap di bank tanpa pernah ditambah maupun diambil.

Heru, punya strategi yang berbeda. Dia memulai investasi setelah berumur 25 tahun, yaitu setelah lulus kuliah dan bekerja. Dia juga rutin menabung di bank Rp200.000 setiap bulan. Setiap bulan Rp200.000 tidak pernah bolong, tidak pernah diambil. Dilakukannya ini terus dan terus dari bulan ke bulan, tahun ke tahun tiada henti, hingga berumur 65 tahun ketika dia pensiun.

Ayo kita buka buku tabungan Ika dan Heru ketika mereka sama-sama berumur 65 tahun. Setelah dengan tekun menabung Rp200.000 setiap bulan selama 40 tahun, dengan bunga bersih 10% per tahun, jumlah uang Heru menjadi Rp1.249.524.447 atau dibulatkan menjadi Rp1,25 miliar!

Sekarang mari kita lihat buku tabungan Ika, coba Anda tebak kira-kira menjadi berapa rupiah tabungan dia. Mengejutkan, Rp1.342.746.806. Betul, Ika yang hanya menabung rutin Rp200.000 setiap bulan selama 5 tahun kemudian stop, kini ketika berumur 65 tahun, dengan bunga bersih 10% per tahun, uangnya di bank telah menjadi Rp1.342.746.806 atau dibulatkan menjadi Rp1,34 miliar!! Wow.. jumlahnya lebih banyak dari Heru yang rajin menabung selama 40 tahun!

Tidak percaya? Ambillah kalkulator, atau buka laptop Anda, hitung dan buktikan.

Heru harus menghabiskan waktu 40 tahun (dari umur 25 sampai 65tahun) tiada henti menabung Rp200.000 per bulan untuk mendapatkan Rp1,25 miliar diumur 65 tahun, sementara Ika cukup menabung selama 5 tahun saja (dari umur 15 sampai dengan 20 tahun), lalu stop, dan dia memperoleh Rp1,34 miliar di umur 65 tahun.

Seperti sulap, magic. Dan saya akan berhenti di sini, untuk memberi Anda waktu merenungkan dan menikmati. Semoga bermanfaat. Heru Narwanto

Catatan:

Bunga bersih 10% per tahun dalam tulisan ini untuk memudahkan perhitungan. Dalam kenyataannya bunga bisa di bawah atau di atas angka tersebut.

Sumber bacaan:

  1. Whitehead, Bert, 2007, Why Smart People Do Stupid Things with Money, 3rd Ed, Sterling.