HousingEstate, Jakarta - Pembangunan gedung perkantoran semakin meluas ke kawasan sekunder dan daerah suburban atau pinggiran Jakarta. Semakin mahalnya harga tanah di pusat bisnis Jakarta dan membaiknya akses di kawasan pinggiran membuat pebisnis melirik daerah suburban untuk lokasi perkantoran.  Ini terjadi di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan, kemudian meluas ke kawasan Bintaro Jaya, dan Serpong, Tangerang, Banten.

Tren ini ditangkap BSD City, Serpong, dengan menawarkan business loft. Konsepnya menyerupai rukan atau office park. Bangunannya empat lantai berdiri sendiri (stand a lone) dengan lantai basement yang terkoneksi dengan basement gedung lainnya. Fasadnya dirancang cukup menarik  sehingga tidak ada kesan rukan. Lantai basement cukup untuk menampung enam mobil.

“Kita juga menyediakan tempat lift, tapi lift-nya  disediakan sendiri oleh pemilik,” kata Andriani, Head Sales & Promotion Commercial BSD City, kepada housing-estate.com di Serpong, pekan lalu.

Business loft ini dibagun di kawasan Foresta, di kawasan pengembangan tahap 2 BSD. Karena itu bangunan komersial ini dinamakan Foresta Business Loft (FBL). Lokasinya di pinggir jalan penghubung BSD City – Gading Serpong.

Tahap pertama sebanyak 28 unit sudah habis. Disusul tahap dua juga habis. Kini dipasarkan FBL Signature (tahap 3) sebanyak 7 unit. Luas tanahnya 250 meter persegi, bangunan 895 – 1.021 meter persegi. Menurut Andriani, FBL Signature tinggal menyisakan satu unit. “Harganya sekitar Rp19,5 miliar,” katanya.

Animo konsumen cukup bagus karena letaknya dekat dengan pusat bisnis BSD, AEON Mall, green office park, dan di jalur perlintasan Gading Serpong – BSD. Selain itu ke jalan tol Serpong – Jakarta juga dekat.