HousingEstate, Jakarta - Penjualan apartemen di Surabaya barat mencatat fenomena menarik. Mayoritas unit salah satu apartemen menengah atas di sana dibeli oleh warga dari satu perumahan.  Adalah warga Graha Famili, Surabaya barat, yang membuat catatan menarik itu. Mereka tanpa dikomando punya ketertarikan yang sama terhadap Grand Sungkono Lagoon, proyek mixed use development yang di dalamnya terdiri atas apartemen, mal, dan gedung perkantoran.

Graha Famili dikenal sebagai hunian kalangan kelas atas di Surabaya. Mereka belum syah disebut orang kaya Surabaya bila belum punya rumah di perumahan yang dibangun Intiland Development itu.

Menurut staf pemasaran Grand Sungkono Lagoon (GSL), 70 persen tower Caspian, tower kedua di superblok yang dikembangkan dekat bundaran Mayjend Sungkono, dibeli warga Graha Famili. Apartemen setinggi 48 lantai terdiri atas 512 unit. Pada tahap pertama dipasarkan lantai  10 – 27 yang penjualannya dimulai Februari lalu. “Pemasaran tahap pertama sudah terjual 70 persen, dari jumlah itu 70 persennya dibeli orang Graha Famili,” katanya.

Hunian yang dipasarkan terdiri tipe 1 bedroom (39 m2), 2 bedroom (74 m2), 3 bedroom (149 m2), dan penthouse. Harga perdana tipe 1 BR Rp929 juta, 2BR Rp1,7 miliar, 3 BR Rp3,8 miliar, dan penthouse Rp7,5 miliar.  Animonya cukup besar karena lokasi GSL dekat Golden City (Goci) Mall dan gerbang tol Satelit.  Selain itu GSL mengalokasikan area seluas 1,3 ha untuk taman dan lagoon (danau). Di dalamnya juga akan dilengkapi mal menengah atas setinggi empat lantai. “Tower kedua dibangun di atas mal,” imbuhnya.

Selainnya konsepnya menarik, harga apartemen yang ditawarkan PP Properti, pengembangnya, lebih murah dibanding apartemen di sekitarnya. Di Pakuwon harga apartemennya Rp33 juta per meter persegi. Sedangkan GSL Rp23 – 24 juta per meter persegi. Tower pertama sudah dibangun, targetnya akhir 2016  selesai dibangun. Sedangkan tower Caspian akan mulai dibangun Juli tahun ini dan akan diserahterimakan akhir 2018.