HousingEstate, Jakarta - Serpong, Tangerang Selatan, Banten, disemarakkan lagi oleh penawaran rumah menengah atas. Setahun terakhir pusat pertumbuhan di barat Jakarta itu lebih banyak memasarkan hunian menengah seharga Rp900 jutaan – Rp1,3 miliar. Bangunannya mungil di bawah 70 meter persegi. Ini cara berkelit pengembang menghadapi pasar yang sedang lesu khususnya rumah menengah atas. Strategi ini ditempuh Paramount Land lalu disusul BSD City.

Kini di tengah pasar yang belum membaik keduanya serempak menawarkan lagi rumah-rumah menengah atas. BSD City (6.000 ha) melansir cluster Sheffield yang dikembangkan di kawasan Greenwich Park. Di cluster Sheffield ini developer (Sinarmas Land) menawarkan empat pilihan, yaitu tipe 130/180 (lebar kaveling 8 m), 170/180 (lebar kaveling 9 m), 215/250 (lebar tanah 10 meter) dan 275/300 (lebar kaveling 12 m). Semua tipe bangunannya dua lantai dengan jumlah kamar tidur 3+1 dan 4+1. “Rumah-rumah tersebut harganya mulai Rp2,8 miliar,” ujar Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Sevices Sinarmas Land.

Sheffiled sebenarnya bukan cluster baru, bahkan rumahnya sudah siap huni (ready stock). Saat ini pemasarannya lebih digenjot setelah sebelumnya lebih fokus pada pemasaran rumah yang kelasnya di bawahnya. Model rumahnya mengadopsi gaya Greenwich, ruangnya terbuka, bukaan lebar, dan pilar-pilar di bagian depan.

Sementara Paramount Land setelah sukses memasarkan custom homes tipe kecil kini melansir tipe besar di Menteng Village. Seperti cluster sebelumnya, di Menteng Village konsumen juga bisa memilih model rumah sesuai seleranya. Developer menyediakan Sembilan pilihan desain dan tiga finishing tampak. Harganya berkisar Rp3,5 – 3,7 miliar.