HousingEstate, Jakarta - Pasca dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, 14 Februari 2013, Yonathan Pasodung mengaku berat badannya terus turun. “Baru dua bulan jadi kepala dinas, langsung kurus,” kata bekas Kepala Bidang Pembina dan Pembangunan Gedung itu. Salah satu beban yang dirasakannya berat adalah mengurus rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Marunda di Jakarta Utara. “Rumahnya sudah siap, prasarana siap, tapi untuk menghunikan orangnya susahnya minta ampun,” katanya saat menghadiri acara topping off (penutupan atap) menara Orange Sentra Timur Residence tahap dua garapan Perumnas–Bakrieland di Pulo Gebang, Jakarta Timur, awal April.

Ia agak cemburu melihat kinerja Perumnas dengan apartemennya, karena pengembangan tahap pertama sudah dihuni 800-an orang dari 1300 unit yang tersedia. Tapi, ia juga bersyukur melihat apartemen sederhana itu penuh, karena itu berarti orang mampu membelinya sehingga tidak mengokupansi rusunawa Pemprov DKI. Ia berharap target DKI membangun 200 menara rusun terlaksana agar kebutuhan perumahan di Jakarta terpenuhi. Koefisien Lantai Bangunan (KLB) atau tinggi rusun dapat ditingkatkan mengacu pada tipologi, zonasi, dan lokasi. Kini KLB rusunawa sudah bisa 18–24 lantai. Setelah Marunda ia akan berkonsentrasi mengurus pembangunan rusunawa terpadu di Pasar Rumput (Jakarta Selatan) dan Jatinegara (Jakarta Timur). “Kalau beban sudah agak ringan, berat badan bisa naik lagi,” gurau Yonathan.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.