HousingEstate, Jakarta - Masalah uang muka atau depe bukan alasan untuk menunda beli rumah.  Saat ini ada sejumlah pengembang atau perumahan yang menawarkan depe ringan dan pembayaran fleksibel.  Salah satunya Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Di perumahan besutan Lippo Group itu depe-nya sangat ringan hanya 5 persen dan dapat diangsur enam kali.  Depe ringan itu bisa diperoleh konsumen dengan syarat KPR-nya dari BRI. Di luar bank ini uang mukanya 10 persen dicicil 12 kali.

Depe ringan itu ditawarkan Lippo Cikarang untuk pembelian rumah di cluster Le Freya. Le Freya adalah cluster baru yang akan diluncurkan akhir Mei 2015. Ada 122 rumah yang dipasarkan. Semuanya rumah mungil dua lantai, bangunannya 64 meter persegi, tanah 75 – 126 meter persegi. Lokasi cluster ini di kawasan Ellysium, megacluster yang di dalamnya dibangun rumah menengah dan menengah atas.

Menurut staf pemasarannya, tipe 64/80 dan 64/90 sudah habis. Yang tersedia tipe 64/75 dan tipe dengan luas tanah di atas 100 meter persegi. Tipe 64/75 dibanderol Rp922 juta. “Kalau  menggunakan KPR BRI depe-nya sangat ringan, hanya 5 persen diangsur enam kali. Sedangkan KPR dari bank lain  depe-nya 10 persen dicicil 12 kali,” ujarnya.

Tidak seperti rumah mungil pada umumnya, rumah di cluster Le Freya lebarnya lima meter. Staf pemasarannya tidak menjelaskan apakah kaveling kecil ini hasil rajangan kaveling besar (lebar 10 meter) agar mudah laku, atau dari awal sudah dirancang demikian. Ia mengklaim minat konsumen untuk memiliki rumah di cluster Le Freya cukup besar. NUP (nomor urut pemesanan) dengan membayar Rp10 juta sudah mencapai 85 unit.  Pengembang menjanjikan rumah akan diserahkan 20 bulan sejak launching.