HousingEstate, Jakarta - Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Group,  memasuki industri properti di Indonesia. Melalui Toyota Housing, perusahaan tersebut membangun rumah tapak (landed house) di Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat. Toyota akan membangun rumah dua lantai sebanyak 114 unit dengan nama Sakura Regency 3. Area yang dikembangkan seluas 1,6 ha di dalam perumahan Sakura Regency (6,4 ha) yang dikembangkan PT Hatmohadji dan Kawan (HK).

Berbeda dengan rumah yang dikembangkan pengembang lokal, rumah yang dibangun Toyota Housing menggunakan sistem knock down. Menurut Akihiro Hara, Presiden Direktur Toyota Housing Indonesia, Indonesia merupakan negara pertama yang dirambah Toyota Housing. Ia mengatakan, yang dikembangkan Toyota Housing adalah rumah dengan teknologi dan konsep baru yang pertama diterapkan di Indonesia.

“Jadi kami tidak membangun rumah bata, tapi rumah dengan struktur dinding panel yang terikat di rangka baja. Rumah seperti ini sudah dibangun di Jepang dan terbukti lebih tahan gempa karena strukturnya lebih ringan selain pembangunannya hanya 3 bulan,” ujarnya saat memperkenalkan proyeknya di Bekasi, Kamis (4/6).

Struktur utama mengandalkan dinding luar sehingga bagian dalamnya lebih luas. Hal ini memudahkan membuat layout sesuai dengan kebutuhan. Masahiro Nonami, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) mengatakan, yang membawa Toyota Housing ke Indonesia adalah Toyota Otomotif. “Saya tinggal di rumah seperti ini di Nagoya selama 30 tahun, sudah beberapa kali kena gempa masih bagus dan tidak pernah ada bocor. Rumah sebagus ini harus dibawa ke Indonesia, kami ingin membuat Toyota Housing ini sukses seperti Toyota Otomotif,” imbuhnya.

Rumah Toyota Housing dibangun dengan material lokal disesuaikan dengan tuntutan teknologi yang digunakan.  Digunakan juga sistem insulasi untuk menahan udara panas dari luar masuk ke dalam rumah. Investasi proyek ini Rp35 miliar. Tipe rumahnya 132/112  dengan tiga varian jumlah kamar dan layout.