HousingEstate, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN),  Ferry Mursyidan Baldan, meminta kalangan pengembang mendukung program sejuta rumah dengan tidak  mengambil untung terlalu banyak.  Boleh mengambil untung tapi sewajarnya.

“Tentu namanya usaha swasta harus untung, tapi jangan ambil terlalu banyak dari program sejuta rumah, jadi harus ada visi yang diemban,” ujarnya di rapat kerja daerah (Rakerda) DPD Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur di Surabaya, Rabu (3/6).

Ferry mengatakan kementeriannya akan aktif mendukung kerja sama dengan pengembang yang membangun rumah murah. Instansinya akan proaktif dan hadir untuk memastikan hal-hal yang menghambat penyediaan rumah murah bisa diselesaikan.

Untuk mempercepat program sejuta rumah BPN tengah melakukan proses perubahan regulasi terkait dengan pendaftaran tanah untuk pertama kali. Ferry memastikan kebijakan yang akan dibuat untuk memberikan kepastian terkait waktu penyelesaian maupun biaya yang harus dikeluarkan.

Ferry mengingatkan semua pihak agar pembangunan rumah murah tidak menambah beban masyarakat.  Misalnya lokasi perumahannya jauh dan infrastrukur pendukungnya tidak siap sehingga biaya trasportasinya membengkak. “Pendekatannya membangun ruang kehidupan, karena itu infrastruktur harus memadai dan akses mudah.  Yang tadinya ke sekolah bisa berjalan jangan kemudian harus naik ojek,” tandasnya.