HousingEstate, Jakarta - Kenaikan harga properti yang cukup tinggi di Jabodetabek dan kota-kota besar di Indonesia bukan berita baru. Di pusat-pusat pertumbuhan baru, seperti Serpong dan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, harga propertinya ketika pasar sedang semarak bisa naik 40 – 50 persen per tahun. Angka tersebut bukan tinggi, tapi tinggi sekali. Tapi angka itu ternyata tidak seberapa dibanding pertumbuhan harga di Kemang, Jakarta Selatan.

Kawasan yang disukai orang asing dan berkembang menjadi pusat gaya hidup itu harga rumahnya dalam setahun naik 100 persen. R. Sofyan, investor properti yang cukup lama menjadi petinggi di perusahaan investasi, mengaku aset propertinya di Kemang dalam delapan tahun naik sebesar 800 persen. Tahun 2007, adviser risk management di sejumlah bank itu membeli rumah seluas 800 m2 di Kemang Selatan seharga Rp5 miliar.  Rumah itu sekarang harganya Rp40 miliar.

“Waktu itu uang saya hanya Rp2,5 miliar, kekurangannya saya pinjam dari bank. Jadi, dengan modal Rp2,5 miliar saya sekarang punya asset senilai Rp40 miliar,” katanya.

Sofyan memilih properti sebagai salah satu instrumen investasi untuk menggandakan kekayaannya. Ia mengaku punya apartemen di Jl Jend Sudirman, JL MH Thamrin, membeli perkantoran strata title di Sudirman CBD, dan baru mengambil NUP (nomor urut pemesanan) apartemen di Kemang. Selain properti ia juga bermain saham, forex, dan obligasi. “Kalau properti saya hanya mau membeli di CBD karena harganya pasti naik cepat,” katanya.

Ia tertarik kawasan Kemang karena dekat dengan pusat bisnis TB Simatupang dan segitiga emas Jakarta. Kawasan ini juga favorit kalangan menengah atas dan ekspatriat. Sebelum membeli rumah di Kemang itu Sofyan mengaku menyurvei 40 rumah lainnya yang hendak dijual pemiliknya. Saat ini ia sedang mempertimbangkan untuk menggadaikan rumah tersebut ke bank. Dana yang didapat akan dipakai lagi untuk investasi properti. “Sebagai pemain kita harus tahu kapan membeli dan menjual. Investor properti itu tidak harus punya banyak properti, banyak yang terjebak di situ dengan menjadi property lover,” ujarnya.