HousingEstate, Jakarta - Hari raya Lebaran 2015 tinggal menghitung hari dan saat ini arus mudik khususnya dari Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) ke berbagai daerah mulai berlangsung. Sudah menjadi kebiasaan setiap selesai Lebaran arus urbanisasi ke Jakarta semakin banyak. Para pemudik mengajak sanak keluarganya ikut ke Jakarta untuk mengadu nasib di Ibukota.

Untuk mencegah arus urbanisasi Pemprov DKI Jakarta biasanya melakukan razia terhadap pendatang baru. Tapi pada lebaran 2015 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengambil kebijakan berbeda. Ia mempersilahkan masyarakat dari daerah lain masuk ke Jakarta khususnya yang mau bekerja menjadi asisten rumah tangga. Kebijakan gubernur ini bakal mengundang lebih banyak lagi orang datang ke Jakarta dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Silahkan yang mau ke Jakarta, kota ini milik semua orang dan terbuka untuk siapa saja yang mau datang. Pasti banyak yang membutuhkan asisten rumah tangga di Jakarta, pastikan saja kalau mau ke sini sudah ada tempat tinggal dan pekerjaannya,” ujarnya di sela-sela Apel Operasi Ketupat Jaya 2015 di lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7).

Ahok tidak khawatir kebijakannya ini akan meningkatkan jumlah pendatang ke Jakarta. Menurutnya, penduduk yang kian banyak akan diantisipasi dengan sarana transportasi massal sementara orang yang tidak mendapatkan pekerjaan di Jakarta pada akhirnya juga akan kembali pulang ke kampung halamannya.

“Saya hanya berpesan, kalau mau datang harus punya kemampuan, tempat tinggal juga harus diutamakan jadi nggak boleh gambling. Jangan menumpang di kos-kosan atau tempat terlarang, kita tetap akan adakan operasi, kalau yang seperti ini ketahuan akan kita bongkar,” tandasnya.