HousingEstate, Jakarta - Mantan Menteri Perindustrian periode 2009-2014 Mohammad S. Hidayat yang juga Ketua Kehormatan Real Estat Indonesia (REI) mengakui penurunan ekonomi saat ini cukup berat khususnya untuk sektor properti. Penurunan sektor padat modal ini diperkirakan mencapai 40-50 persen. Tapi, menurut Hidayat, penurunan di sektor properti ini hal biasa sebagaimana sektor bisnis lainnya.

“Pertumbuhan ekonomi periode ini memang tidak terlalu menyenangkan, properti juga turunnya drastis. Tapi nggak apa-apa, pengembang kan sudah untung besar dari periode-periode sebelumnya, apalagi situasi saat ini masih lebih mending dibanding waktu saya jadi ketua umum REI akhir tahun 1990-an,” ujarnya saat bicara di halal bihalal REI di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kendati terjadi pelemahan kondisinya dinilai tidak separah krisis ekonomi tahun 1998. Ia berharap kondisinya tidak makin memburuk, sebab kalau sampai seperti tahun 1998 pemulihan sektor properti akan lebih lama lagi. Karena itu ia mengajak seluruh stakeholder properti khususnya anggota REI lebih kompak dan terus memberikan masukan kepada pemerintah.

“Saya melihat REI merupakan asosiasi yang paling konkrit dan solid dibandingkan sektor usaha lainnya. Respon asosiasi ini sangat cepat bila terjadi gejolak, ketua umum REI juga orang yang harus siap dimarah-marahi oleh anggotanya. Saya menilai REI memiliki tradisi yang bagus sebagai organisasi dan ini harus dipertahankan,” tandasnya.