HousingEstate, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus meningkatkan jumlah jalan tol yang dikelola. Setelah mengakuisisi ruas tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono dan Cinere-Serpong sepanjang 187 km, saat ini konsesi yang dimiliki Jasa Marga mencapai 1.000 km. Sofyan juga menambahkan, “Tahun ini perseroan menargetkan pengoperasian dua ruas tol baru di Jawa Timur, yaitu Gempol-Pasuruan seksi Gempol-Rembang dan Surabaya-Mojokerto seksi Krian-Mojokerto,  sehingga hingga akhir tahun 2015 akan ada penambahan ruas tol yang beroperasi sepanjang 46 km,” ujar Corporate Secretary Jasa Marga, Mohammad Sofyan, dalam publikasi yang diterima housing-estate.com, di Jakarta, Selasa (11/8).

Jasa Marga juga melakukan investasi untuk pembangunan 13 ruas sepanjang 460 km dengan total investasi Rp40,35 triliun. Investasi ini untuk mendukung program percepatan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah.

Sofyan menyebutkan, Jasa Marga sepanjang semester I 2015 berhasil membukukan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi sebesar Rp3,6 triliun. Angka tersebut tumbuh sebesar 7,4 persen dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah transaksi semester I 2014 sebanyak 639,3 juta transaksi, sementara pada semester I 2015 sebanyak 666,6 juta transaksi (naik 4,3 persen).  Pendapatan ini mayoritas dari jalan tol sebesar Rp3,41 triliun, sisanya dari pendapatan lain sebesar Rp229,1 miliar.

“Peningkatan volume lalu lintas transaksi ini memberikan keyakinan kepada perseroan untuk mencapai target pertumbuhan lalu lintas transaksi tahun 2015 sebesar 4,5 persen di tengah indikasi perlambatan ekonomi dan penurunan penjualan kendaraan. Optimisme ini juga dikarenakan sebagian besar aktifitas konstruksi ruas-ruas baru sudah terlaksana sejak tahun lalu,” ujarnya.

Tahun 2014 lalu Jasa Marga mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 22 km baru yang berdampak pada peningkatan beban keuangan sebesar 19,5 persen atau dari Rpp557 miliar menjadi Rp665,43 miliar. Namun hal ini membuat aset perseroan meningkat pada semester pertama 2015 menjadi Rp32,67 triliun yang ditopang dari realisasi modal kerja (capital expenditure) sebesar Rp1,24 triliun.