HousingEstate, Jakarta - Pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jabodebek yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 September 2015 lalu ditargetkan beroperasi 2018 mendatang. Tahap pertama mencakup dua koridor: Bekasi Timur – Cawang – Dukuh Atas dan Cibubur – Cawang. Stasiun LRT Bekasi Timur akan dibangun di Grand Dhika City, proyek superblok garapan PT Adhi Persada Properti, anak usaha PT Adhi Karya Tbk. Perusahaan terakhir itu adalah kontraktor sekaligus penggagas pembangunan LRT Jabodebek. Proyek seluas 10 ha itu lokasinya di Jl Joyomartono, dekat exit tol Bekasi Timur.

Grand Dhika City (GDC) memadukan apartemen, mal, hotel, office tower, dan area komersial. Proyek tersebut akan menelan investasi sebesar Rp5 triliun.  Apartemennya sebanyak 11 tower. Tahap pertama dikembangkan tiga menara apartemen, hotel, mal, dan area komersial di atas tanah 2,5 ha. Tower pertama (Cempaka) dibangun setinggi 25 lantai mencakup 900 unit hunian. Apartemen ini sudah dipasarkan sejak akhir 2013, menawarkan tipe studio – 2 kamar. Satu tahun lalu harganya Rp300 – 500 jutaan, sekarang harganya sudah naik menjadi Rp400 – 800 jutaan.

Penjualan tower pertama hampir tuntas dan pembangunannya juga sudah rampung. Setelah tower pertama rencananya akan disusul dengan pembangunan mal tiga lantai ditambah hotel 12 lantai (150 kamar) di atasnya.

Pengembang optimis proyek ini punya prospek menjanjikan. Dengan LRT, Bekasi Timur – Cawang dapat ditempuh kurang lebih 30 menit. Kereta akan berhenti di lima stasiun, yaitu Bekasi barat, Cikunir, Jatibening, Halim, Cawang. Penumpang yang berkantor di Jl Jend Sudirman dan MH Thamrin tinggal meneruskan perjalanan ke stasiun terakhir di Dukuh Atas.

GDC membidik profesional muda yang berkantor di Jakarta dan Bekasi. Proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup penghuni apartemen dan warga sekitarnya. Turun dari LRT bisa kongkow di mal, berbelanja, setelah itu naik ke apartemen.