HousingEstate, Jakarta - Kondisi pasar properti yang tengah lesu mendorong kalangan pengembang mencari cara agar dagangannya laku. Selain melakukan berbagai macam inovasi, mereka juga menawarkan pembayaran lebih fleksibel kepada konsumen.

“Lesunya pergerakan ekonomi di semester pertama 2015 ini dampaknya sangat terasa terhadap daya beli masyarakat. Karena itu kami menawarkan cara pembelian yang lebih menarik, salah satunya pembayarannya lebih fleksibel dicicil hingga 60 kali (60 bulan),” ujar C.Y. Andreas, Marketing Manager Green Pramuka City, di Jakarta, Kamis (17/9).

Green Pramuka adalah proyek apartemen yang dikembangkan PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) di Jl Bypass Ahmad Yani, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Green Pramuka memberikan paket promosi, yaitu konsumen dapat langsung menempati unit hunian hanya dengan membayar uang muka 20 persen. Program ini mendapat sambutan antusias dari konsumen. Karena itu ngga pihak DPS meneruskan program ini dengan menjalin kerja sama dengan Bank BTN.

Green Pramuka dikembangkan di area seluas 12,9 ha. Di dalamnya akan dibangun sebanyak 13 tower. Sejak dipasarkan tahun 2011 pengembangnya sudah memasarkan delapan tower. “Kami berharap dengan berbagai gimmick menarik, konsumen tertarik untuk membeli. Apalagi saat ini tower 1 – 4 sudah dihuni, sementara tower 5 – 8 dalam proses finishing,” imbuhnya.