HousingEstate, Jakarta - Untuk mendukung program pembangunan sejuta rumah, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) selaku perusahaan satu-satunya penerbit efek beragun aset surat partisipasi (EBA SP) akan terus memperbesar penyaluran pendanaan untuk pembiayaan KPR kepada perbankan. SMF menyalurkan pendanaan dengan cara melakukan sekuritisasi kredit KPR perbankan untuk dijual di pasar bursa kemudian disalurkan kembali ke perbankan

Menurut Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto, hingga triwulan ketiga tahun2015, SMF telah menyalurkan kredit kumulatif mencapai Rp6,97 triliun yang disalurkan kepada 16 penyalur KPR mulai dari bank umum, bank syariah, dan perusahaan multifinance. Penyalurann hampir Rp7 triliun ini merupakan capaian 98,66 persen dari target penyaluran tahun 2015.

“Respon dari perusahaan multifinance juga cukup besar, tercatat hingga saat ini kami sudah menyalurkan ke sebanyak 18 perusahaan multifinance seperti MNC Finance, Kredit Plus, Ciptadana, Indomobil Finance, dan sebagainya,” ujarnya saat media gathering di Malang, akhir pekan lalu.

Penerbitan EBA SP yang dilakukan oleh SMF, terang Raharjo, dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan perumahan yang membutuhkan jangka waktu sangat panjang mencapai 20 tahun. Saat ini umumnya penyaluran KPR dari perbankan menggunakan dana-dana jangka pendek seperti dari saham, deposito, giro, dan lainnya sehingga menyebabkan ketidakcocokan antara sumber dana dan penyalurannya.

Situasi ini membuat SMF bisa berperan lebih maksimal untuk dijadikan sumber dana jangka panjang bagi bank penyalur KPR khususnya untuk pembiayaan rumah murah pada program sejuta rumah. Potensi pasar kalangan masyarakat bawah ini juga sangat besar sehingga dari sisi pasar, program sejuta rumah juga sangat potensial.

“Segmen untuk kelas atas di Indonesia hanya 0,2 persen sementara yang kelas menengah ke bawah ini merupakan segmen mayoritas makanya pasarnya sangat terbuka dan sangat besar. Untuk mempercepat penyaluran KPR ke masyarakat bawah kami juga menyalurkan pembiayaan ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) di berbagai kota Indonesia,” imbuhnya.