HousingEstate, Jakarta - Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Syarif Burhanuddin, menyebut pencapaian pembangunan program sejuta rumah hingga bulan November 2015 sudah mencapai 627.895 unit rumah. Pencapaian ini kembali diutarakan oleh Syarif di tengah cibiran beberapa pihak yang meragukan progres pembangunan program sejuta rumah.

“Angka ini pencapaian riil di lapangan dan bisa dicek lokasinya di mana saja maupun siapa saja pengembang yang membangun. Kita harus tetap optimistis, pencapaian ini menunjukan kalau program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang didukung penuh oleh stakeholder perumahan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/11).

Syarif juga merasa gembira dengan pencapaian ini karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama ini kita hanya bisa membangun maksimal 400 ribu unit rumah per tahun. Dengan pencapaian ini ia merasa optimistis tahun depan pelaksanaan program sejuta rumah bisa lebih cepat lagi dengan dukungan pembiayaan yang lebih besar maupun komitmen seluruh stakeholder.

“Angka defisit (backlog) perumahan kita masih sangat besar. Tapi harus diakui, dengan adanya program sejuta rumah ini telah membuat percepatan suplai perumahan. Tentu kita terus upayakan bukan hanya dari sisi suplai tapi juga kemampuan daya beli makanya banyak diluncurkan program subsidi dan kemudahan lainnya sehingga lebih banyak masyarakat kalangan bawah yang bisa mengakses perumahan,” imbuhnya.