HousingEstate, Jakarta - Perumahan Serenia Hills di Jalan Pertanian, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dikelola oleh estate management menyerupai pengelolaan apartemen. Perumahan seluas 24 ha dari Intiland Development itu dilengkapi piranti access card dan fasiltas club house yang cukup ekslusif.

“Fasilitas di kawasan ini persis seperti di apartemen, orang yang masuk harus menggunakan access card. Kami juga menyediakan CCTV,  dan panic button,”  ujar Permadi Indra Yoga, Pimpinan Proyek Serenia Hills, saat media visit ke lokasi perumahan, Jumat (11/12).

Selain itu di dalam kawasan juga disediakan standby engineering 24 jam untuk maintenance rumah, genset untuk publik area. Setiap tamu yang datang akan dilaporkan lebih dulu ke pemilik rumah oleh security melalui telepon. Untuk mendapatkan pengelolaan seperti itu pemilik rumah dikenakan iuran pengelolaannya (IPL) sebesar Rp5.500 per meter persegi.

Perumahan menengah atas ini dikembangkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 250 rumah dikembangkan di area seluas 14 ha sebagian besarnya sudah dihuni. Tahap dua seluas 10 ha, lokasinya berada di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) terpisah oleh Kali Pesanggrahan dengan tahap sebelumnya. Untuk menghubungkan dua kawasan ini Intiland membangun jembatan dengan investasi Rp15 miliar.

Jembatan yang dibangun di atas tanah yang cukup tinggi sehingga tidak merusak area di bawahnya.  Desain jembatannya meliuk untuk menghindari penebangan pohon. Setelah empat tahun dikembangkan harga rumahnya meroket cukup tinggi lebih dua setengah kali lipat. Jika tahun 2011 rumah tipe 180/160 dibandrol Rp1,7 miliar sekarang harganya di pasar  seken  mencapai Rp4,5 miliar.

“Pada fase kedua jumlah rumahnya 225 unit, sudah terbangun 97 unit dan diserahterimakan sebanyak 30 unit. Tipe terkecil 120/105 seharga Rp2 miliar. Kalau dulu orang maunya yang di sisi Jakarta Selatan, tapi sekarang yang di area Tangsel harganya juga mulai mengejar,” imbuhnya.