HousingEstate, Jakarta - Setelah meluncurkan standar bangunan hijau, Green Building Council Indonesia (GBCI) melansir standar hijau untuk sebuah kawasan yang disebut Greenship Neighborhood (NH 1.0). Chairperson GBCI Naning Adiwoso mengatakan,  perangkat NH 1.0 diharapkan dapat menyebarkan dan menginspirasi terwujunya kawasan berkelanjutan (sustainable development).

“Greenship Neighborhood disusun enam tahun setelah kami meluncurkan Greenship untuk bangunan. Sudah menjadi komitmen kami untuk menyusun sistem penilaian yang sesuai dengan kondisi dan situasi lokal Indonesia serta menetapkan teknik-teknik sembari menyesuaikan dengan standar internasional,” ujar Naning dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Senin (14/12).

Ada tujuh aspek yang harus diikuti agar suatu kawasan memenuhi kategori green. Ketujuh aspek itu adalah peningkatan ekologi lahan (land ecological enhancement), pergerakan dan konektifitas (movement and connectivity), manajemen dan konservasi air (water management and conservation), limbah padat dan material (solid waste and material), strategi kesejahteraan masyarakat (community well being strategy), bangunan dan energy (building and energy), serta inovasi dan pengembangan (innovations and future development).

Naning menyebutkan, penerapan aspek-aspek green itu akan meminimalkan dampak pembangunan terhadap lingkungan, menciptakan kawasan sehat dan meningkatkan kualitas iklim mikro (micro climate). Selain itu yang perlu mendapat perhatian adalah penerapan asas keterhubungan dan kenyamanan jalur jalan, dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya di masa datang.

“Perangkat penilaian ini semoga bisa mendorong pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk menerapkan konsep keberlanjutan pada kawasan. Bumi ini milik kita bersama dan harus kita wariskan untuk generasi mendatang, sebuah bumi dengan tanah, air, dan udara yang bersih dan sehat,” tandas Naning.