HousingEstate, Jakarta - Preparatory Committee (PrepCome) untuk merumuskan panduan perkotaan hingga 20 tahun mendatang telah usai dilakukan di Kota Surabaya. PrepCom merupakan forum untuk merumuskan draft panduan New Urban Agenda (NUA) untuk kota-kota di dunia menjelang perhelatan Hari Habitat III yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Quito, Ekuador, 17-20 Oktober 2016.

PrepCome di Surabaya menghasilkan buku perencanaan perkotaan yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (Kemenpupera). Buku ini juga menjadi semacam dokumen panduan mengenai perencanaan dan pengelolaan perkotaan yang komprehensif. Ada dua buku yang dihasilkan yaitu Perencanaan Kota Untuk Para Pemimpin Kota dan Panduan Internasional Tentang Perencanaan Kota dan Wilayah: Kumpulan Praktik-Praktik Inspiratif.

“Buku ini merupakan terbitan Sekjen PBB dan menjadi panduan konseptual dan praktis dalam merespon tantangan perkotaan yang semakin kompleks,” ujar Rezeki Peranginangin, Kepala Pengembangan Kawasan Strategis Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kemenpupera, dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Senin (1/8).

Terbitnya buku ini akan membantu pemimpin daerah mewujudkan perencanaan yang inovatif dan tata kelola kota menuju kota cerdas berkelanjutan. Selain itu para kepala daerah dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menangani persoalan perkotaan. Bahasan buku ini mencakup network cities, kota cerdas berkelanjutan, kota aman, kota sehat, kota berkeselamatan, kota estetik, kota bersih, kota berkarakter, kota nyaman, kota produktif, kota efisien, dan kota berkelanjutan ekologis.

“Konsep network cities sudah kita terapkan dalam pengembangan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Medan-Tebing Tinggi-Dumai-Pekanbaru. Kota-kota pada WPS ini merupakan pusat-pusat pertumbuhan yang terkoneksi baik melalui infrastruktur fisik maupun IT,”  imbuhnya.