HousingEstate, Jakarta - Sektor properti yang diprediksi akan membaik direspon positif produsen bahan bangunan. Produsen semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk pada semester kedua 2016 menargetkan pertumbuhan penjualan 4-5 persen.  Pada semester pertama penjualan Indocement 8,8 juta ton.

“Pada semester dua target penjualan kami 9,1 – 9,2 juta ton. Kami berharap sektor properti khususnya residensial lebih menggeliat sebagai dampak dana repatriasi kebijakan tax amnesty,” ujar Christian Kartawijaya, Direktur Utama Indocement di Jakarta, pekan ini.

Sebanyak 78 persen produksi Indocement dijual di pasar domestik.  Sebagian besar diserap sektor residensial. Karena itu penjualan Indocement akan difokuskan di pusat-pusat pertumbuhan properti di wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.  Ia menduga banyaknya tender pemesanan semen dalam jumlah besar belakangan ini salah satunya karena dampak dari program tax amnesty.  Kondisi ini diprediksi akan berlanjut hingga akhir tahun.

Christian menjelaskan penjualan awal tahun ini turun lebih dari 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyebabnya, banyak proyek properti di basis pemasaran Indocement mengalami penurunan.  Ia optimis semester dua tahun ini akan lebih baik karena proyek-proyek pemerintah yang tertunda pada semester sebelumnya akan dimulai. Selain itu pengembang juga mulai banyak yang meluncurkan produk dan proyek baru.