HousingEstate, Jakarta - Produsen pelapis baja PT NS BlueScope Indonesia terus mengukuhkan komitmennnya untuk pengembangan industri baja nasional dan menjadi partner pembangunan khususnya di bidang infrastruktur maupun perumahan. Perusahaan yang sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1994 ini terus berkomitmen untuk  memproduksi produk baja dengan kualitas dan standar tertinggi.

“Baja merupakan salah satu industri penting khususnya di Indonesia  dengan pertumbuhan pembangunan yang sangat pesat. Hal ini dibutuhkan pertumbuhan baja lokal dari hulu ke hilir sehingga pembangunan di Indonesia di berbagai bidang bisa terus bertumbuh. Kehadiran kami sendiri di Indonesia untuk menunjukan komitmen terhadap program pembangunan pemerintah,” ujar Simon Linge, Presiden Direktur BlueScope Indonesia, saat media visit ke fasilitas produksi BlueScope Indonesia  di Cilegon, Banten, pekan ini.

Fasilitas pabrik di Cilegon ini merupakan bagian penting mata rantai pasok industri baja nasional dengan kapasitas produksi 200 ribu ton per tahun dan pada tahun mendatang akan ditingkatkan menjadi 250 ribu ton. Dari pabrik ini juga telah dihasilkan produk-produk unggulan seperti Zincalume, Colorbond, BlueScope Zacs, dan lainnya.

Seluruh produk baja lapis BlueScope Indonesia juga telah mengikuti empat standar dunia yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI 4096/2007), Australian Standard (AS 1397), Japan Industrial Standar (JIS) G3321), dan American Standar for Testing Material (ASTM A792). Produk BlueScope juga telah diakui oleh para pakar dari sipil, arsitek, konstruksi, dan pengembang.

Dengan berbagai keunggulan produknya, BlueScope sudah banyak digunakan antara lain untuk proyek Garuda Maintenance Facility, Stadion Gresik, Bintaro Exchane Mall, Bandara Samarinda, Indonesia Convention Expo (ICE), Pondok Indah Mal 2, Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, dan lainnya.

“Kami akan terus mengedepankan teknologi dalam mengembangkan produk berstandar tinggi dengan jaminan kekuatan dan keamanan. Ini untuk menunjang bisnis jangka panjang kami dengan ratusan mitra yang saat ini sudah ada dan khususnya untuk perkembangan industri baja lapis dan pembangunan di Indonesia,” pungkas Simon.