HousingEstate, Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan mendukung penuh program pembangunan sejuta rumah. Selain untuk memudahkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian layak tumbuhnya bisnis properti akan mendorong perekonomian nasional.

“Permintaan rumah untuk kalangan MBR sangat besar selain segmen komersial untuk kalangan menengah ke atas lainnya. Kami akan melakukan percepatan sertipikasi lahan, pengelolaan agraria, pertanahan, dan tata ruang dengan mengubah mindset menjadi pelayanan,” ujar  Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil kepada media di Jakarta, pekan ini.

Untuk mempercepat sertipikasi lahan BPN akan memperbanyak juru ukur independen. Mereka akan digunakan sesuai kebutuhan dan kompetensinya sehingga tidak harus PNS dan punya kantor sendiri.  Pola ini dinilai lebih efisien, cepat, dan murah. Sertipikasi lahan sangat penting karena memberikan kepastian hukum, kemudahan bisnis, dan dapat menjadi jaminan ke bank.

“Kita akan dukung secara all out dengan member kemudahan dan pengurangan biaya pengurusan sertipikat. Selama ini paradigma di (Kementrian) ATR/BPN malah menyulitkan investor, makanya akan kita ubah. Salah satunya adalah percepatan sertifikasi dengan pengangkatan juru ukur independen,” tandasnya.