HousingEstate, Jakarta - Pemain dan pendatang baru terus berdatangan ke sektor properti khususnya perumahan. Kebutuhan papan yang sangat besar menjadi daya tarik perusahaan dari berbagai latar belakang masuk bisnis ini. Salah satunya PT Tiara Marga Trakindo (TMT) dengan membangun perumahan dan gedung perkantoran. TMT adalah perusahaan yang selama ini fokus pada bisnis bisnis alat berat. Melalui anak usahanya, PT Triyasa Propertindo, TMT membangun perkantoran Generali Tower @Gran Rubini Business Park di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, dan Samira Residence di Jl Bubulak, Sukaraja, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Reza, staf pemasaran Samira Residence yang dikembangkan di area seluas 2 ha menawarkan 111 rumah. “Proyek ini diprioritaskan untuk karyawan TMT, tapi konsumen umum juga bisa membeli. Tahap pertama kita tawarkan 50 unit dan sudah terjual 30 unit,” ujarnya kepada housing-estate.com dalam pameran perumahan Realestat Indonesia (REI) Expo 2016 di Jakarta, Rabu (12/10).

Ada empat tipe yang ditawarkan, 36/84, 45/84, 75/96, dan 90/96 seharga Rp500 – 700 jutaan. Layaknya hunian menengah urban pada umumnya, hunian ini dikembangkan dalam cluster  dengan utilitas di bawah tanah (underground). Di dalam cluster akan disediakan kolam renang, jogging track, CCTV,  dan access card.

Lokasinya mudah diakses karena hanya sekitar 1 km dari gerbang tol Sentul Selatan. Transportasi ke Jakarta sangat mudah dengan dibangunnya light rail transit (LRT) Cawang – Cibubur – Bogor. Pembangunan tahap I (Cawang – Cibubur) sedang berlangsung yang ditargetkan selesai tahun 2017. Setelah tahap I beroperasi akan disusul pembangunan tahap II (Cibubur – Bogor).

“Kalau proyek LRT tersebut selesai dibangun di sekitar jalur LRT itu tidak akan ada lagi perumahan seharga yang kami tawarkan. Semuanya bakal naik dan semakin tidak terjangkau,” ujarnya.