HousingEstate, Jakarta - Jangan sepelekan investasi rukos atau rumah kos. Prospek dan keuntungan yang dijanjikan tidak kalah dengan properti komersial lainnya, bahkan bisa lebih menguntungkan. Jenis properti investasi ini tengah ngetren di sejumlah kota, misalnya Karawang, Bekasi, Serpong, dan Semarang. Namanya beragam seperti rental home, home stay, indekost residence, dan lain-lain.

Di Semarang yang menawarkan investasi rukos adalah PT Cita Kaya Semesta dengan mengembangkan The Akavia Indekost Residence di Jl Prof Hamka, Semarang, dekat rencana pintu tol  Pantura. Proyek ini hasil akuisisi townhouse Rumah Kita (1,3 ha) yang diubah konsepnya menjadi 28 unit rukos. “Bangunannya empat lantai, tipe Deluxe berisi 21 kamar  harganya Rp4,25 miliar, dan tipe Exclusive 24 kamar  Rp5,5 miliar,” ujar Raditya Guntur, direktur utama PT Cita Kaya Semesta, kepada housing-estate.com di Semarang, belum lama ini.

Lantai satu dijadikan parkir, sedangkan lantai 2,3 dan 4 untuk kamar kos. Dari 28 unit rumah kos yang dikembangkan itu seluruhnya mencakup 609 kamar. Raditya menyatakan, dalam empat tahun modal konsumen sudah balik. Itu dengan asumsi seluruh kamar kos tersewa  pada kisaran Rp1 – 2 juta per bulan ditambah gain dari kenaikan harga rumahnya rata-rata di atas 10 persen per tahun.  Ia  menyebut investasi properti lain umumnya baru  balik modal di atas lima tahun.

Potensi penyewanya adalah kalangan mahasiswa perguruan tinggi di ibu kota Jawa Tengah itu, seperti  mahasiswa Universitas Katholik Soegiyapranata yang akan membuka kampus di BSB City, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang. Di sekitarnya juga ada ribuan karyawan yang bekerja di kawasan industri Wijaya Kusuma, Candi, dan Tambaaji, tenaga medis RSUD Tugu dan RS Permata.

Fasilitas yang disediakan sangat memadai. Parkir mobil komposisinya 1 : 2,  seluruh kamar fully furnished, kamar mandi dalam,  tempat tidur, lemari pakaian plus meja dan kursi,  AC, TV, internet, dan wifi.  Selain itu disediakan minimarklet, resto, dan sarana olah raga. “Respon pasar sangat bagus, sejak dipasarkan Agustus 2016 sudah terjual 13 unit atau lebih dari 40 persen,” imbuh Raditya.