HousingEstate, Jakarta - Bank BTN melansir promosi kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) Platinum untuk pembelian produk properti (rumah, apartemen, dan lain-lain) yang dikembangkan Gapura Prima Group (GPG) di megapolitan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Hal itu ditungkapkan Rudy Margono, Presdir Gapura Prima Group, kepada housing-estate.com usai acara serah terima unit hunian di tower Athena apartemen Belmont Service Residence (2,3 ha), Jalan Lapangan Sepakbola, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (12/11/2016).

Ia menyebut proyek-proyek GPG yang bisa memanfaatkan promo KPR/KPA Bank BTN itu antara lain, apartemen GP Plaza (apartemen dan perkantoran) di Jalan Gelora II No 1, koridor Jalan Jenderal Gatot Subroto-Jakarta Barat, apartemen Bellevue Place di Jalan MT Haryono-Jakarta Selatan, apartemen Kebagusan City di Jl H Baung, Kebagusan-Jakarta Selatan, apartemen Baileys City di Jalan Dewi Sartika, Ciputat-Tangerang Selatan, kondotel The Bellevue Suites di Jalan Haji Nawi, Pondok Indah-Jakarta Selatan, perumahan Bukit Cimanggu City di Jalan Raya Baru No 1-Kota Bogor, Spring Garden di Jalan Kampung Sawah, Jatimurni-Bekasi, Depok Maharaja dan Bukit Rivaria Sawangan di Jalan Raya Sawangan-Depok, Green Leaf Residence di Jalan Desa Mekarsari, Rajeg-Tangerang, dan puluhan proyek lain.

Pembelian unit hunian di berbagai apartemen dan perumahan itu bisa dilakukan dengan KPR/KPA BTN dengan bunga rendah fix (tetap) selama beberapa tahun. Yaitu, 4,5% fix 2 tahun, atau 6,5% fix 3 tahun, atau 7,25% fix 5 tahun. “Uang mukanya juga ringan, rata-rata hanya 10 persen,” kata Rudy.

Ia oprimis dengan situasi ekonomi yang mulai membaik dan berbagai insentif yang diberikan pemerintah untuk menggairahkan bisnis properti, didukung berbagai program promosi bersama kalangan perbankan itu, penjualan produk-produk Gapura Prima Group ke depan akan makin bagus. “Saat ini di Gapura Prima yang paling laku rumah di level harga rata-rata Rp700 juta per unit, sedangkan apartemen di harga rata-rata Rp500 jutaan. Memang, rumah dan apartemen seharga di bawah itu pasarnya lebih kuat, tapi saat ini kita tidak memasarkan lagi rumah dan apartemen seharga Rp300–400 jutaan,” katanya.