HousingEstate, Jakarta - Gapura Prima Group (GPG) melalui PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera melakukan serah terima unit hunian di tower Athena apartemen Belmont Service Residence (2,3 ha), Jalan Lapangan Sepakbola, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (12/11/2016). Proses serah terima unit dari lantai terendah itu dihadiri Preskom GPG Gunarso Margono, Presdir Rudy Margono, Managing Director Arvin S Iskandar, serta jajaran komisaris dan direksi lainnya. “Serah terima unit ini sesuai jadwal setelah prosesi topping off (penutupan atap) akhir tahun lalu,” kata Arvin. Ia berharap dengan proses serah terima yang dilakukan dalam situasi ekonomi  masih melambat ini, konsumen makin yakin dengan prospek investasi apartemen Belmont Residence yang berada di antara kawasan Puri Indah (Kembangan) dan Permata Hijau itu.

Dua tower sebelumnya (Everest dan Mount Blanc) sudah lebih dulu diserah-terimakan tahun lalu dan tahun sebelumnya. Tower Athena (21 lantai/400 unit) yang lebih ekslusif dan lebih lengkap fasilitasnya berada di posisi terdepat di kawasan Belmont Residence dibanding dua menara terdahulu. Athena menawarkan unit tipe studio 17,91 m2, tipe satu kamar (bed room/BR) 26,95 dan 28,08 m2, 2BR 35,17 dan 37,61 m2, serta 3BR 55,37 m2. Setiap unit saat ini dijual Rp500 juta–1,7 miliar tunai atau Rp27–30 juta/m2. “Sampai saat ini unit terjual sudah mencapai 75 persen,” ungkapnya.

Dibanding saat penjualan perdana tiga tahun lalu, harga unit apartemen itu diklaim sudah naik sekitar 70%. Sekarang selain secara tunai bertahap, apartemen di Belmont juga dapat dibeli dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) Bank BTN dengan DP 5–10%, bunga 0% fix (tetap) selama 1 tahun, serta bebas biaya provisi dan administrasi. Sementara pembelian secara tunai keras mendapatkan diskon harga hingga 35%.

Seiring berbagai kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk bisnis properti, antara lain melalui pembangunan infrastruktur yang masif dan pemberian aneka insentif seperti pelonggaran plafon kredit atau LTV (loan to value), penurunan PPh final dan BPHTB, dan pembaharuan kebijakan kepemilikan properti oleh orang asing, Rudy Margono optimis tahun depan bisnis properti akan makin membaik. Apalagi, seiring makin rendahnya inflasi dan stabilnya nilai rupiah, bunga bank juga cenderung menurun.