HousingEstate, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S. Uno akan memperketat pembangunan high rise building di Jakarta. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pembangunan gedung di Jakarta tidak memperhatikan dampak lingkungan (amdal) sehingga berakibat buruk terhadap lingkungan seperti banjir.

“Pembangunan apartemen dan properti komersial lainnya di Jakarta tidak bisa serampangan lagi, harus mengacu pada amdal yang kuat untuk menjamin tidak adanya dampak buruk terhadap lingkungan. Yang tadinya tidak banjir kemudian jadi banjir gara-gara ada pembangunan gedung berarti ada yang nggak benar,” ujar Sandiaga saat blusukan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (27/11).

Untuk itu ia dan  Anies Baswedan kalau terpilih menjadi gubernur DKI  akan menerapkan aturan yang ketat dan meminta jaminan kepada pengembang yang membangun kalau proyeknya tidak akan berdampak buruk pada lingkungan. Ia juga akan memastikan setiap pembangunan gedung tinggi tidak boleh menggunakan air tanah yang akan membuat permukaan tanah semakin menurun.

Seluruh pengembangan bangunan khususnya gedung tinggi dan properti komersial lainnya akan merujuk dan berpatokan pada rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) dan memastikan amdal dipatuhi untuk kelestarian lingkungan. Masifnya pembangunan Jakarta saat ini justru banyak merugikan lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

“Intinya semua harus seimbang, pembangunan memang harus dilakukan tapi harus dilihat kepentingan masyarakat yang lebih besar khususnya masyarakat kecil. Saya akan memastikan setiap pembangunan yang dilakukan di Jakarta harus mengikuti aturan RTRW dan amdal,” pungkasnya.