HousingEstate, Jakarta - Tahun 2016 menjadi periode paling sulit bagi sektor apartemen. Apartemen yang terserap pada periode itu lalu sebanyak 5.500 unit, sekitar 69 persen dari total pasokan. Kondisinya lebih jelek dari tahun sebelumnya yang terserap 82 persen sebanyak 7.000-an unit. Suplai baru tahun 2016 juga sangat sedikit dari Ciputra World 2 sebanayk 449 unit dan Daan Mogot City sebanyak 800 unit.

Rendahnya serapan pasar ini bukan indikasi lemahnya daya beli masyarakat melainkan kondisi makro yang tidak mendukung. “Sentimen negatif ini karena depresiasi rupiah dan isu pajak khususnya untuk segmen apartemen mewah,” ujar James Taylor, Head of Research JLL Research Indonesia,  saat paparan property market review Q4 2016 di Jakarta, Rabu (1/2).

Kendati pasar apartemen melemah situasi itu justru menguntungkan konsumen. Harga menjadi lebih stabil karena pengembang tidak bisa lagi manaikkan harga sesukanya. Selain itu juga banyak diskon dan program promosi sehingga kalau dikonversi ke harga menjadi lebih murah atau turun. Penurunan penjualan tersebut

James menyebutkan bila mengikuti siklus sektor apartemen tahun ini seharusnya akan membaik. Sebab, 2-3 tahun terakhir sektor ini meluncur ke bawah dan tahun lalu berada di titik paling rendah. Setelah di titik terbawah secara teori akan bergerak naik. “Prediksi  kami pada tahun ini sektor apartemen akan membaik dan cukup banyak indikator yang akan membuat sektor ini lebih bergairah. Salah satunya mulai banyak investor dan orang asing yang mulai tertarik untuk membeli apartemen,” terang James.