HousingEstate, Jakarta - Bank Dunia merealisasikan komitmen pinjaman di bidang perumahan dan pengembangan wilayah pariwisata. Dana yang akan disalurkan sebesar 454 juta dolar AS yang terbagi dalam beberapa program. Ada dua program yang akan dilaksanakan yaitu meningkatkan akses perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pembangunan infrastruktur di tiga destinasi wisata prioritas yaitu di Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika. Program untuk MBR mencakup pekerja formal dan informal.

“Alokasi untuk program national affordable housing project sebesar 450 juta dolar AS, sementara 4 juta dolar untuk pengembangan destinasi wisata selain ada tambahan hibah 2 juta dolar. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaannya hingga 60 bulan,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, usai pertemuan dengan Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chavez di Jakarta, Rabu (7/6).

Dari 450 juta dolar atau Rp5,9 triliun untuk rumah murah itu 225 juta dolar dialokasikan untuk subsidi perumahan. Misalnya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), dan subsidi bantuan uang muka (BUM). Kemudian 225 juta dolar disalurkan untuk bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

“Dana itu untuk membiayai 1,2 juta unit rumah bagi pekerja formal dan informal. Programnya akan dilaksanakan mulai Juli 2017 hingga tahun 2020. Untuk infrastruktur tiga kawasan strategis pariwisata akan dibangun infrastruktur berupa jalan, homestay, sarana air bersih, dan sanitasi,” imbuhnya.