HousingEstate, Jakarta - Kawasan industri berisi banyak perusahaan yang mempekerjakan ribuan atau bahkan puluhan ribu pekerja. Karena potensi dengan kepastian daya beli dalam berbagai segmen itu, kawasan industri juga membangkitkan pengembangan subsector properti yang lain.

Kawasan Industri Modern Cikande (3.175 ha) di Jalan Raya Jakarta-Serang Km. 68, Serang (Banten), besutan PT Modern Industrial Estat, anak usaha PT Modernland Realty Tbk, misalnya, sejak akhir tahun 1980-an hingga saat ini sudah dikembangkan sekitar 40 persen. Mengikuti perkembangan itu, subsektor properti yang lain seperti perumahan dan area komersial pun layak dikembangkan.

“Misalnya, di sekitar kawasan kami juga mengembangkan rumah murah yang total sudah mencapai tiga ribuan unit untuk para pekerja di kawasan industri. Sekitar 40 persennya rumah bersubsidi seharga Rp123 juta per unit, 60 persennya rumah non subsidi seharga Rp125-141 juta per unit. Perumahannya adalah Cikande Permai, Puri Teratai, Puri Mas, dan Puri Kencana,” kata I Wayan Satia, Operational GM Modern Cikande, kepada housing-estate.com saat site visit Modern Cikande beberapa waktu lalu.

Saat ini di Kawasan Industri Modern Cikande sudah ada lebih dari 200 perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia, makanan, bahan bangunan, dan lain-lain yang mempekerjakan ribuan tenaga kerja lokal dan asing (ekspatriat). Sebanyak 60 persennya adalah perusahaan lokal dan 40 persennya perusahaan asing.

Selain pengembangan perumahan, dampak lain keberadaan kawasan industri itu adalah  pengembangan area komersial seperti ruko, kios, dan kos-kosan yang ditawarkan penduduk setempat. Sementara kawasan industrinya sendiri terus dilengkapi fasilitasnya termasuk hotel. Saat ini sedang dibangun Hotel Swiss Bell In yang ditargetkan akan selesai akhir tahun ini.

Selain itu akan segera dibuka exit tol langsung Cikande (di jalan tol Jakarta-Merak) yang berjarak sekitar 900 meter dari kawasan industry untuk makin memudahkan aksesibilitas ke dan dari dalam kawasan ke berbagai penjuru Banten dan Jabodetabek.

Michael Adinata, Sales Manager Modern Cikande, mengungkapkan, saat ini harga lahan di kawasan industri Modern Cikande mencapai Rp2 juta/m2 (sebelum PPN). Harga itu masih sangat menarik untuk sebuah kawasan industri yang masih akan terus berkembang, karena kenaikannya bisa mencapai 10-15 persen per tahun. “Saat bisnis properti lesu seperti sekarang, kami sangat tertolong dengan range harga yang masih sangat menarik itu sehingga penjualan kami masih cukup lumayan,” katanya.