HousingEstate, Jakarta - Ciputra Group subhoding 2 makin berkibar di Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah 10 Oktober 2015 me-launching CitraLand City Losari (157 ha), kawasan hunian terpadu (mixed use) hasil reklamasi pantai di kawasan Tanjung Bunga, 17 Mei 2017 menyusul proyek kedua CitraLand Tallasa City (120 ha) di Jl Jalur Lingkar Barat. Baik proyek pertama maupun kedua penjualannya bagus.

Menurut Andreas Yusianto, Marketing Manager CitraLand City Losari, omset penjualan  Januari-September sudah mencapai Rp550 miliar atau 80 persen dari target 2017. Ia optimis dengan keunggulan produk yang dipasarkan yang tidak ada duanya di Makassar, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang di atas rata-rata nasional, serta banyaknya orang Bugis sukses di perantauan yang ingin punya rumah di tanah kelahirannya, kekurangan target 20 persen tersebut dapat tercapai sebelum tutup tahun.

“Konsumen kami banyak yang berasal dari orang-orang Makassar  di perantauan. Mereka yang sukses di Papua, banyak yang beli rumah atau kaveling di sini,” katanya. Jika CitraLand City Losari membidik pasar kelas atas dengan harga rumah paling murah Rp3,1 miliar/unit (tipe 151 dengan  kaveling 7 x 17 m2), CitraLand Tallasa City membidik pasar satu kelas di bawahnya dengan memasarkan rumah-rumah berukuran sedang mulai tipe 54/105 seharga Rp800 juta/unit. “Yang kami transaksikan sendiri rata-rata rumah di kisaran Rp1-2 miliar per unit,” kata Agung Krisprimandoyo, Direktur Ciputra, yang dihubungi housing-estate.com melalui telepon pekan ini.

Penjualan CitraLand Tallasa City juga bagus. Sejak pertengahan Mei hingga sekarang sudah terjual 300 unit dengan nilai Rp300 miliar lebih. Menurut Agung, selain brand Ciputra dan harganya yang cukup terjangkau kelas menengah atas Kota Anging Mamiri itu, perumahannya laris juga karena lokasinya di Jl Jalur Lingkar Barat yang berdekatan dengan kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), dapat diakses dari tol Ir Sutami dan Jl Perintis Kemerdekaan (jalan utama nontol dari dalam kota ke Bandara Sultan Hasanuddin), dan di kawasan sekitarnya sudah tersedia beragam fasilitas. Pada tahap pertama Ciputra akan mengembangkan 70 ha berisi 10 klaster hunian, sedangkan 50 ha lagi yang sebagian merupakan kawasan bisnis akan dikembangkan pada tahap dua.