HousingEstate, Jakarta - Sejak tahun 2014 pengembang PT Intiland Development Tbk mengalokasikan 1 persen dari laba bersihnya setiap tahun untuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Melalui Yayasan Intiland sudah cukup banyak program yang dilaksanakan dan yang terakhir adalah pengembangan perumahan berbasis komunitas dengan menggandeng lembaga nirlaba yang fokus pada penyaluran hunian masyarakat bawah Habitat for Humanity Indonesia.

Program CSR yang dilakukan oleh Intiland juga terus dikembangkan agar tidak sekadar menyalurkan dana untuk masyarakat yang membutuhkan sehingga konsepnya menghabiskan anggaran. Menurut Sekretaris Perusahaan dan Head of CSR Intiland Theresia Rustandi, Intiland tengah menyiapkan program CSR dengan dana yang bisa bergulir sehingga penyalurannya bisa terjamin dan lebih besar lagi.

“Program CSR kami tahun lalu besarannya Rp1 miliar, tahun ini Rp2 miliaran, kita tidak bisa lagi menunggu dari induk untuk melaksanakan program CSR. Makanya akan dibuat skema pembiayaan maupun penyaluran bantuan yang lebih baik sehingga sifatnya dana bergulir. Jadi bantuan yang disalurkan juga bisa lebih besar dan dampaknya lebih luas untuk masyarakat,” ujarnya kepada housing-estate.com di ajang Intiland Expo 2017 di Senayan City Jakarta, Jumat (13/10).

Agustus lalu bersama Habitat Indonesia, Intiland melakukan bedah rumah untuk 25 rumah tidak layak plus kamar mandi umum di Kampung Pekong, Balaraja, Banten, tidak jauh dari proyek perumahan Talaga Bestari yang dikembangkan Intiland di Balaraja. Program ini terus dilanjutkan dengan menandatangani MOU dengan Habitat di ajang Intiland Expo 2017.

“Dengan pendanaan bergulir nantinya kami tidak perlu lagi menunggu dari induk untuk mendapatkan pembiayaan program CSR. Artinya program CSR kita tetap bisa berjalan dan akan terus bertambah seiring penambahan dana dari induk perusahaan. Konsepnya seperti apa belum bisa kami sampaikan. Yang pasti skema bergulir itu sedang kami siapkan,” jelasnya.