HousingEstate, Jakarta - Warna dipercaya memiliki gelombang yang bisa memberi efek psikologis bagi manusia baik positif maupun negatif. Pakar warna dan Terapis warna Claire Bond dari Afrika Selatan yang pernah bertandang ke Jakarta beberapa waktu lalu menyebutkan,  warna bisa berfungsi sebagai media terapi.

“Kita bisa menggunakan warna sebagai agen perubahan (agent of change). Warna bisa mengubah ruang yang membosankan seperti gelombang warna merah yang membangkitkan energi pada ruang,” terang Claire.

Penerapan warna di dalam ruang-ruang di rumah, menurutnya perlu diperhatikan untuk mendapatkan suasana (mood) yang sesuai dengan kebutuhan. Sentuhan warna biru, ungu atau hijau ia contohkan bisa dipakai untuk ruang keluarga karena dapat menciptakan suasana yang rileks untuk saling berkomunikasi. Warna biru tua atau biru navy secara lebih spesifik cocok dimasukkan di ruang kerja atau kantor.

“Biru tua mendorong orang melihat masa depannya, membuat rencana hidupnya kelak,” urai Claire yang kini bekerja untuk  Kansai Paint Global Color, produsen cat merek Kansai. Khusus di kamar anak Claire menyarankan memakai warna kuning lembut (soft yellow) yang bisa membantu anak menyerap informasi lebih baik dan mudah mengingatnya kembali.

Kamar anak dengan sentuhan warna oranye apricot yang menenangkan (foto: Susilo Waluyo/HousingEstate)

Kamar anak dengan sentuhan warna oranye apricot yang menenangkan (foto: Susilo Waluyo/HousingEstate)

Pilihan lainnya Anda bisa menggunakan warna oranye yang tidak terlalu terang seperti buah peach atau apricot untuk memberi efek menenangkan pada anak-anak. “Pertimbangkan untuk tipe anak yang hiperaktif, hindari warna kuning karena justru bisa menstimulasinya lebih aktif,” pungkas Claire.