HousingEstate, Jakarta - Program sejuta rumah yang diluncurkan pemerintah akhir April 2015 menjadi penopang utama pertumbuhan kredit Bank BTN yang kemudian menaikkan harga sahamnya. Saat program sejuta rumah diluncurkan tahun 2015, kenaikan saham Bank BTN hanya 7,5 persen dan melonjak menjadi di atas 34 persen pada tahun 2016.

“Tahun 2017 kenaikan harga saham kami sangat luar biasa. Saat indeks harga saham gabungan (IHSG) naiknya hanya 17 persen, kenaikan harga saham kami mencapai 100 persen tahun 2017. Jadi kenaikan saham Bank BTN sejak program sejuta rumah diluncurkan hingga saat ini mencapai hampir 200 persen,” kata Winang Budoyo, Kepala Ekonom Bank BTN, dalam sebuah acara diskusi di Bogor, Jawa Barat, pekan ini.

Nilai per lembar sahamnya dari semula Rp600-an, sekarang sudah mencapai Rp3.500 per lembar. Winang menyebut saat harga saham Bank BTN mencapai Rp1.000/lembar, sudah banyak investor yang melakukan aksi jual karena tidak sabaran dan tidak menyangka akan naik setinggi itu.

Karena itu Bank BTN masih akan terus fokus menyalurkan kredit untuk rumah murah yang termasuk dalam program sejuta rumah. Program sejuta rumah merupakan fokus pemerintah karena itu dibarengi juga dengan pengembangan proyek infrastruktur yang luar biasa, dan hal itu ke depan akan menjadi penopang bisnis yang sangat baik.

“Makanya kalau pertumbuhan kredit perbankan nasional hanya tujuh persenan, Bank BTN bisa tumbuh double digit mencapai 20 persenan. Belum lagi kita akan mengalami bonus demografi, orang yang baru kerja dan belum punya rumah itu jadi modal dasar bisnis BTN. Kontribusi kredit perumahan kita terhadap perekonomian nasional juga masih kecil, baru tiga persenan. Artinya masih ada peluang pertumbuhan yang sangat besar,” urainya.